Ayah Mahasiswa yang Gugur Saat Demo Buka Suara Soal Kasus Anaknya

Sabtu, 28/09/2019 11:04 WIB
Aksi solidaritas atas meninggalnya dua mahasiswa asal Kendari (Harianrakyatbengkulu.com)

Aksi solidaritas atas meninggalnya dua mahasiswa asal Kendari (Harianrakyatbengkulu.com)

Jakarta, law-justice.co - Ramelan, ayah kandung dari mendiang Muhammad Yusuf Qardawi (19), mahasiswa Universitas Halu Oleo, Kendari yang gugur saat aksi demo mengaku mengikhlaskan kepergian anaknya.

Namun, ia mempersilakan jika ada pihak yang hendak mengawal proses hukum dalam kematian anaknya itu.

"Keluarga menginginkan proses hukum, saya sendiri saya anggap tidak perlu karena itu bagian dari takdir, tidak akan melanjutkan," kata dia, seperti dilansir CNN Indonesia, Jumat (27/9/2019).

Jika pihak yang lain ingin melanjutkan proses hukumnya? "Ya silahkan kalau mau proses hukum," ucapnya.

Ramelan sendiri mengatakan tak berada di sisi Yusuf saat anaknya itu meninggal di RS Bahteramas, Jumat (27/9/2019) pukul 04.05 WITA. Ia menuturkan baru dikabari soal kondisi anaknya yang kritis pada Kamis (26/9/2019) malam.

Saat itu, ia berada di kediamannya di Raha, Pulau Mina, Sulawesi Tenggara. Ramelan kemudian bergegas menumpang kapal laut sekitar pukul 23.00 WIB. Ia tiba di kendari pada subuh keesokan harinya.

"Sebelum turun dari kapal saya dikabari [Yusuf] sudah meninggal," ucapnya.

Tiba di RS, Ramelan hanya mendapat informasi soal kematian Yusuf dari rekan-rekan kampusnya. Pihak RS tak memberikan informasi. Namun, petugas yang menangani operasi Yusuf mengatakan kepadanya bahwa penyebab kematian Yusuf masih dipelajari.

"Tidak diinformasikan RS, apakah ini karena benda tumpul atau tajam. Pihak RS yang melakukan operasi, mereka bilang itu lukanya masih dipelajari, tutur Ramelan.

Setelah proses operasi, dia menyebut tak ada proses otopsi. Pihak keluarga pun langsung membawa jenazah anaknya ke Raha.

"Ini sudah di rumah duka," tandasnya.

Diberitakan sebelumnya, Yusuf, mahasiswa Fakultas Teknik Universitas Halu Oleo menghembuskan napas terakhir pada Jumat (27/9/2019) sekitar pukul 04.05 WITA setelah sempat kritis usai demonstrasi ricuh di depan Gedung DPRD Sulawesi Tenggara, Kamis (26/9/2019).

Selain Yusuf, demo di depan DPRD Sultra itu juga menewaskan Himawan Randi, mahasiswa universitas yang sama.

(Gisella Putri\Editor)

Share:



Berita Terkait

Komentar