Tiga Penguasa Lahan Ibu Kota Baru

Sabtu, 21/09/2019 16:12 WIB
Ilustrasi Presiden Joko Widodo Pindah Ibu Kota (Detik.com)

Ilustrasi Presiden Joko Widodo Pindah Ibu Kota (Detik.com)

Jakarta, law-justice.co - Presiden Joko Widodo secara resmi mengumumkan lokasi untuk ibu kota negara di dua kabupaten Kalimantan Timur (Kaltim), yaitu Kutai Kartanegara dan Penajam Paser Utara pada Senin, (26/8/2019) lalu.

Namun, sebagian besar lahan dan hutan lokasi pembangunan ibu kota negara di Kaltim rupanya milik Sukanto Tanonto. Ia disinyalir menguasai kawasan Hutan Tanaman Industri (HTI) melalui perusahaan Royal Golden Eagle (RGE).

"Saya baru dikasih tahu resmi bahwa tanah itu sebagian besar tanah HTI miliknya Sukanto Tanoto, HTI yang setiap saat bisa diambil oleh pemerintah," kata Ketua Dewan Pertimbangan Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Indonesia MS Hidayat di Jakarta, Rabu (18/9/2019).

Melansir dari Tagar.id, Jumat (20/9/2019), lahan dan hutan di Kaltim memang kerap dimanfaatkan pengusaha untuk konsensi atau hak guna usaha besar, mulai dari perkebunan, kehutanan, dan pertambangan. Nyatanya, bukan hanya Sukanto Tanonto yang memilki lahan dan hutan di Kaltim.

Ada dua konglomerat Indonesia yang `disinyalir` menguasai lahan di lokasi pemindahan ibu kota negara yang baru. Siapakah dua orang itu?

1. Prabowo Subianto

Ketua Umum Partai Gerindra Prabowo Subianto disebut-sebut memiliki tanah ribuan hektar di lokasi ibu kota baru. Mantan Menteri Badan Usaha Milik negara (BUMN) Dahlan Iskan menyebut Prabowo merupakan pemilik tanah bekas perusahaan asing dari Amerika Serikat yakni International Timber Corporation Indonesia (ICTI).

Pada 1970-an, Dahlan Iskan menjadi aktivis mahasiswa dan memulai karier wartawan dari sana. Makanya, ia tahu perubahan kepemilikan di sana.

"Tentu sudah tidak ada lagi hutan itu di sana. Juga tidak ada lagi ITCI. Pemilik perusahaan itu sudah bukan orang Amerika lagi. Sudah berganti orang Indonesia. Namanya Prabowo Subianto," kata dia seperti dikutip Tagar dari laman pribadinya disway.id, pada Jumat, 20 September 2019.

Namun, pernyataan Dahlan Iskan dibantah oleh pihak Prabowo melalui juru bicaranya Dahnil Anzar Simanjuntak. Ia mengatakan Prabowo tidak memiliki lahan di daerah Kaltim yang akan menjadi ibu kota baru negara Indonesia.

Menurut Dahnil yang memiliki lahan di ibu kota baru adalah adik Prabowo, yaitu Hashim Djojohadikusumo melalui perusahaan Arsari Group. Jadi, Prabowo, kata dia tidak ada sangkut pautnya dengan perusahaan milik Hashim tersebut.

Sementara itu, Wakil Ketua Umum Partai Gerindra Edhy Prabowo meminta polemik lokasi ibu kota tidak dipermasalahkan.

"Bicara apapun Pak Prabowo sudah menyampaikan kepada publik kepada kita semua kepada seluruh rakyat Indonesia. Manakala diperlukan untuk kepentingan negara beliau akan siap untuk memberikan apapun yang beliau miliki itu yang selama ini," tuturnya.

2. Hashim Djojohadikusumo

Bukan hanya Dahnil yang mengatakan bahwa Hashim merupakan `penguasa` wilayah akan digunakan untuk membangun ibu kota baru untuk Indonesia. Jaringan Advokasi Tambang (Jatam) menjelaskan bahwa sebagian besar lahan di Penajam Paser Utara dikuasai PT ITCI Kartika Utama, perusahaan milik Hashim Djojohadikusumo.

Total lahan PT ITCI Kartika Utama mencapai 173.395 hektare yang terbagi di Penajam Paser Utara, Kutai Kertanegata, dan Kutai Barat seperti yang tertulis dari SK IUPHHK-HA: 160/Menhut-II/2012, tanggal 27 Maret 2012.

Selain PT ITCI Kartika Utama, di kabupaten tersebut juga berdiri PT ITCI Hutani Manunggal, perusahaan patungan yang didirikan 1993 oleh PT ITCI Kartika Utama dan PT Inhutani-1.

(Regi Yanuar Widhia Dinnata\Editor)

Share:




Berita Terkait

Komentar