Ustaz Cabul: Saya Tak Tahu Meraba Paha Santriwati Langgar Hukum

Jum'at, 20/09/2019 17:17 WIB
Ilustrasi pencabulan (Indikator.id)

Ilustrasi pencabulan (Indikator.id)

Jakarta, law-justice.co - Ustaz Abdul Aziz memberi pengakuan yang ironis terkait kasus pencabulan yang menyeretnya menjadi tersangka.

Ustaz asal Bondowoso tersebut mengaku tidak tahu jika meraba santriwati tersebut merupakan perbuatan melanggar hukum.

"Saya tidak tau kalau meraba-raba paha santriwati itu tidak boleh secara hukum," kata Abdul Aziz dengan entengnya, di sela pemeriksaan di ruang Satreskrim Polres Bondowoso, Jumat (20/9/2019).

Melansir dari Detik.com, bapak tiga anak ini mengatakan perbuatan tak senonoh itu biasa dilakukan ketika para santriwati yang rata-rata berusia 13 tahun itu bermalam di rumah yang juga berfungsi sebagai TPQ.

Saat para santriwatinya tertidur itulah, ustaz yang juga guru SD tersebut melancarkan aksinya. Salah satu modusnya adalah dengan berpura-pura membetulkan selimut santriwatinya yang tersingkap.

Ustaz Abdul Aziz saat diperiksa polisi (Detik.com)

"Saat membetulkan selimut itu lalu saya raba seluruh bagian vital tubuhnya. Kadang ada yang terbangun. Tapi mungkin mereka takut mau menjerit," aku Abdul Azis.

Polisi akhirnya menetapkan ustaz yang mencabuli para santriwatinya tersebut sebagai tersangka. Pelaku juga langsung dimasukkan ke balik jeruji.

Penetapan pelaku sebagai tersangka tersebut dilakukan setelah polisi memintai keterangan sejumlah pihak dan menghimpun bebarapa alat bukti pendukung. Termasuk memintai keterangan para santriwati yang menjadi korban.

Sebelumnya, empat wali santri asal Desa Grujugan Lor, Jambesari, mendatangi Polres Bondowoso. Mereka mengadukan seorang ustaz setempat karena diduga telah mencabuli anaknya.

Dalam pengaduannya, mereka mengaku mendapat laporan dari anaknya jika telah mendapat laporan anaknya. Para santri mendapat perlakuan tak senonoh dari guru ngajinya saat sedang mengaji.

Dari pengakuan para wali santri kepada wartawan, sebenarnya korban dari perbuatan sang ustaz tersebut bukan cuma empat santriwati. Tapi masih banyak lagi yang diduga menjadi korban perbuatan sang ustaz.

(Gisella Putri\Editor)
Share:


Berita Terkait

Komentar