Penyakit Mata yang Diderita Anak Habibie Tak Bisa Disembuhkan

Sabtu, 14/09/2019 18:22 WIB
Thareq Kemal Habibie (KapanLagi,com)

Thareq Kemal Habibie (KapanLagi,com)

Jakarta, law-justice.co - Meninggalnya Presiden Indonesia ketiga B.J. Habibie menyisahkan sejumlah kisah di masyarakat. Selain karena kecerdasan sang Presiden, kisah lain yang menarik diperbincangkan oleh masyarakat adalah penampilan sang anak Thareq Kemal Habibie.

Selain karena baru muncul di publik, penampilan Thareq mencuri perehatian tersendiri dari masyarakat. Pasalnya, saat bapaknya meninggal, mata kirinya selalu ditutupi dengan penutup mamta. Menajdi meanrik karena dia sepintas berepnampilan seperti pendekar bermata satu seperti dalam film.

Ternyata, mata kanan Putra bungsu Habibie ini memang sedang menderita penyakit yang tidak bisa disembuhkan. Isu bahwa Habibie telah mendonorkan korneanya kepada sang putra pun berhembus di masyarakat.

Mengutip Suara, terkait hal ini, Ilham Akbar Habibie, selaku kakak dari Thareq meluruskan isu tersebut dan mengatakan hal tersebut tidak benar. Karena penyakit yang dialami Thareq berkaitan dengan retina bukan kornea mata.

Menurutnya, penyakit mata yang dialami adiknya adalah glaukoma yang ternyata disebabkan oleh diabetes yang diderita Thareq selama bertahun-tahun.

Ilham menekankan penyakit mata adiknya itu tidak dapat disembuhkan, meski menggunakan teknologi kekinian.

"Itu tidak bisa digantikan, dengan teknologi hari ini tidak bisa. Sekali rusak selalu rusak. Belum ada metode pengobatannya," kata Ilham dilansir dari Antara.

Glaukoma yang diderita oleh pasien diabetes termasuk ke dalam retinopati diabetik.

Retinopati diabetik, menurut diabetes.co.uk, terjadi ketika perubahan kadar glukosa darah menyebabkan perubahan pembuluh darah retina.

Dalam beberapa kasus, pembuluh ini akan membengkak (edema makula) dan mengeluarkan cairan ke bagian belakang mata. Ketika jumlah cairan di belakang mata berlebih dan menekan saraf ini akan menimbulkan glaukoma.

Berdasarkan Joslin Diabetes Center, retinopati diabetik tidak dapat disembuhkan, tetapi perawatan efektif dapat menjaga penglihatan dan dapat mengurangi risiko kebutaan.
Perawatan ini termasuk perawatan laser dan bedah vitrektomi.

 

(Nikolaus Tolen\Editor)
Share:



Berita Terkait

Komentar