Lagi, 700 Mahasiswa Papua di Jabodetabek Akan Pulang Kampung

Jum'at, 13/09/2019 19:33 WIB
Sebanyak 12 mahasiswa asal Papua menyerahkan diri ke Polda Metro Jaya sebagai bentuk solidaritas atas 2 rekannya yang ditangkap paksa polisi. (tirto.id)

Sebanyak 12 mahasiswa asal Papua menyerahkan diri ke Polda Metro Jaya sebagai bentuk solidaritas atas 2 rekannya yang ditangkap paksa polisi. (tirto.id)

Jakarta, law-justice.co - Semua mahasiswa Papua yang saat ini tengah berada di Jabodetabek berencana untuk pulang kampung.

Mereka akan melanjutkan kuliahnya di Papua, demkian kata Sekretaris Umum II Aliansi Mahasiswa Papua (AMP), Albert Mungguar, Jumat (13/9/2019).

Menurut Albert seperti dilansir dari Tempo.co, saat ini sudah 600 hingga 700 mahasiswa yang pulang ke Papua. "Sisanya sedang mengurus untuk kepulangan," kata dia sambil menerangkan total mahasiswa Papua di wilayah Jabodetabek mencapai 6000 orang. "Ditargetkan sampai bulan besok kawan-kawan sudah pulang semua," kata dia lagi.

Albert mengatakan, mahasiswa yang sudah pulang bertekad tidak akan kembali ke Jabodetabek. Sebaliknya, melanjutkan kuliah di Papua. Untuk rencananya tersebut, para mahasiswa itu disebutkannya sedang membuat posko untuk membicarakannya lebih lanjut.

Bukan hanya di Jabodetabek, menurut Albert, sudah hampir 3000 mahasiswa dari Jawa dan Bali yang pulang ke Papua. "Jumlah pemulangan terus terjadi, sampai Sumatera dan Kalimantan," kata Albert.

Alasannya, dikatakan Albert, seluruh mahasiswa Papua sudah tidak nyaman akibat tindakan teror dan intimidasi yang belakangan kerap dialami. Dia juga menuding ke penangkapan-penangkapan kasus makar.

Seperti diketahui, gejolak terjadi setelah peristiwa penyerbuan polisi ke asrama mahasiswa Papua di Surabaya, Jawa Timur, pada 17 Agustus lalu. Saat itu polisi berusaha mencari konfirmasi atas kabar peristiwa bendera merah putih dibuang ke selokan.

(Regi Yanuar Widhia Dinnata\Editor)
Share:


Berita Terkait

Komentar