Pengusaha Cantik Ini Diperkosa Setelah Dibunuh di Kafenya

Jum'at, 13/09/2019 15:17 WIB
Korban Hadryl semasa hidup dan ketika di rumah sakit setelah ditemukan tewas  (Tribunnews)

Korban Hadryl semasa hidup dan ketika di rumah sakit setelah ditemukan tewas (Tribunnews)

Jakarta, law-justice.co - Hadryil Choirun Nisa, pemilik Cafe Penjara di Gresik, tewas dibunuh pada Selasa (10/9/2019).

Ia tewas saat berkunjung ke Cafe Penjara, yang terletak di Jalan Raya Cerme, Desa Banjarsari, Kecamatan Cerme, Kabupaten Gresik.

Cafe Penjara tak lain merupakan kafe milik korban yang telah dirintis bersama rekan usahanya.

Hal itu disampaikan ibunda Hadryil Choirun Nisa saat ditemui di RSUD Ibnu Sina Kabupaten Gresik, Rabu (11/9/2019) seperti melansir tribunnews.com.

Sang ibunda mengaku bahwa putrinya sempat berpamitan pada orangtuanya.

Ia mengatakan, akan menemui rekan usahanya.

"Anaknya masih pakai seragam kerja. Habis Magrib keluar rumah untuk menemui teman usahanya," ujar ibunda Nisa`a.

Sebelum kejadian, korban sempat pamit kepada keluarganya sekitar pukul 18.30 wib.

Ia hendak menemui rekan usahanya di Kafe Penjara.

"Anaknya masih pakai seragam kerja. Habis Magrib keluar rumah untuk menemui teman usahanya," ujar sang ibunda saat menunggui jenazah putrinya di kamar mayat RSUD Ibnu Sina Kabupaten Gresik, Rabu (11/9/2019).

Meski awalnya berpamitan untuk pergi ke tempat usahanya, namun hingga larut malam, Hadryil Choirun Nisa`a tak kunjung pulang.

Sang ibunda yang menghubunginya via pesan WhatsApp hanya terkirim, tak terbaca.

Setelah upaya komunikasi via WhatsApp tak kunjung berhasil, ibunda korban meminta bantuan adik korban untuk mencarinya.

Namun, pencarian itu pun tak membuahkan hasil.

Rabu (11/9/2019) dini hari sekitar pukul 00.30 WIB, ia dijemput Pak Lurah untuk diajak ke RSUD Ibnu Sinda Gresik.

"Awal infonya, anak saya kecelakaan," imbuhnya.

Betapa kagetnya ibu korban, saat mendapati kenyataan justru tubuh putrinya tergolek tak bernyawa di kamar jenazah.

Lebih kaget lagi saat ia mengetahui sang putri ternyata menjadi korban pembunuhan.

"Kok tega sekali pelakunya," ujarnya sembari menatap kain yang menutupi wajah putrinya.

Sementara itu, Kapolsek Cerme AKP Iwan Hari Poerwanto menuturkan, pelaku pembunuhan tersebut sudah tertangkap.

Pelaku diduga teman usahanya dan akrab dengan korban. Korban diduga diperas harta bendanya.

"Pelakunya cepat ditangkap karena aksi pembunuhan ini selalu ada petunjuknya," kata Iwan melalui telepon selulernya.

Setelah membunuh teman wanitanya, pria ini melampiaskan nafsunya.

Di depan jasad korban, pelaku sempat mengeluarkan sperma.

Kejadian itu terungkap setelah pelaku ditangkap polisi tiga jam kemudian.

Sampai saat ini, jenazah korban masih diotopsi di ruang kamar jenazah RSUD Ibnu Sina Kabupaten Gresik.

Sedangkan ibunda korban saat mengetahui sosok pembunuhnya hanya bisa meratap.

"Padahal ia masih teman, dan saya anggap keluarga sendiri.

Orangtuanya juga baik dan pernah usaha bersama dengan almarhum ayahnya," ucapnya terisak.

Rencananya korban akan dikubur di dalam area kafe menggunakan cangkul.

"Korban digeletakkan di pos penjagaan samping pintu gerbang dalam karung sak sambil dibubuhi serbuk kopi. Kemudian akan dikubur di area kafe itu, tapi terburu tertangkap," imbuhnya.

Sementara, pengakuan Ayub, mengaku nekat merampas perhiasan Nisa karena terbelit hutang sekitar Rp 5 Juta.

"Saya hanya mengincar perhiasan dan HPnya. Ternyata dia memberontak. Saya langsung menyekapnya. Tidak ada niatan untuk membunuhnya," kata Ayub.

Ayub mengatakan, korban dengan dirinya sudah kenal sejak kecil. Korban juga pernah berjualan di dalam kafe.

Bahkan, almarhum bapak korban juga pernah bisnis bersama dengan ayah Ayub.

"Sudah kenal sejak kecil dengan Nisa, sehingga karena saat minta perhiasannya memberontak, langsung saya bekap. Ternyata meninggal dunia," imbuhnya.

Setelah mengambil perhiasan dan ponsel, pelaku sempat mengeluarkan sperma ke tubuh korban sebagai bentuk pelampiasan nafsu birahinya.

Setelah itu pelaku keluar dari kafe seorang diri dengan mengendarai motor dan membawa tas beserta perhiasan korban ke rumah yang tidak jauh dari kafe tersebut.

Sampai di rumah, pelaku mandi dan sempat ngopi di warkop.

Aksi pembunuhan itu terungkap ketika warga curiga ada seorang diri keluar kafe.

 

(Annisa\Editor)
Share:


Berita Terkait

Komentar