Bank BUMN Dibobol Rp16 Miliar Lewat Aplikasi Kudo

Rabu, 11/09/2019 15:02 WIB
Polisi tangkap pelaku pembobolan bank BUMN (Medcom.id)

Polisi tangkap pelaku pembobolan bank BUMN (Medcom.id)

Jakarta, law-justice.co - Jajaran Direktorat Tindak Pidana Siber Bareskrim Polri mengungkap kasus pembobolan bank Badan Usaha Milik Negara (BUMN) di Palembang.

Melalui aplikasi Kudo, pelaku berhasil membuat bank BUMN ini menderita kerugian sekitar Rp16 miliar.

Melansir dari CNBC Indonesia, Kanit I Ditsiber Bareskrim Kompol Ronald Sipayung, mengatakan aksi pembobolan terungkap setelah mendapatkan laporan dari Bank BUMN akan adanya anomali transaksi di aplikasi Kudo.

Ronald menambahkan, aksi pembobolan ini dilakukan oleh beberapa komplotan, Bareskrim baru menangkap dua tersangka pembobolan yang membuat bank BUMN rugi Rp 1,3 miliar. Keduanya melakukan pembobolan sejak 3 Desember 2018 hingga awal Juli 2019.

Untuk membobol Bank BUMN tersebut, pelaku memanfaatkan celah dari sistem Kudo dan perbankan. Modus pembobolan tersebut mereka berbelanja dengan menggunakan akun Kudo. Transaksi tersebut berhasil tetapi saldo Kudo pelaku tak berkurang.

"Namun, di sisi lain saldo di rekening virtual berkurang karena bank membayarkan tagihan pelaku ke merchant," ujarnya, Rabu (11/9/2019).

Kudo merupakan platform yang menyediakan sejumlah barang untuk bagi penggunanya. Aplikasi ini pun membolehkan penggunanya menjadi reseller dari produk-produk ternama.

Kemarin (11/9/2019), Bareskrim menangkap dua tersangka pelaku pembobolan bank lewat akun Kudo. Kedua pelaku berinisial YA (24) dan RF (23) berstatus mahasiswa. Keduanya ditangkap beberapa hari lalu di Palembang, Sumatera Selatan.

"Dari hasil kejahatan tersebut, pelaku membeli beberapa properti, antara lain sebuah mobil, kemudian laptop, jam tangan, dan alat komunikasi," ujar Karo Penmas Divisi Humas Polri Brigjen Dedi Prasetyo.

Selain menangkap tersangka, polisi menyita barang bukti berupa sebuah mobil, handphone, dan perhiasan yang dibeli menggunakan hasil pembobolan bank. Para tersangka dijerat Undang-Undang ITE dan Pasal 378 KUHP tentang penipuan dengan pidana penjara paling lama 6 tahun serta denda maksimal Rp 1 miliar.

Kompol Ronald Sipayung mengungkapkan masih terus melakukan analisa data dari bank dan melakukan pengejaran pada beberapa sindikat pembobol bank tersebut.

(Regi Yanuar Widhia Dinnata\Editor)
Share:



Berita Terkait

Komentar