2019, Tahun Terberat bagi SBY

Senin, 02/09/2019 14:44 WIB
Presiden ke-6 RI, Susilo Bambang Yudhoyono di pemakaman ibundanya, Siti Habibah (Jawapos.com)

Presiden ke-6 RI, Susilo Bambang Yudhoyono di pemakaman ibundanya, Siti Habibah (Jawapos.com)

Jakarta, law-justice.co - Presiden ke-6 RI, Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) menjalani tahun terberatnya pada 2019.

Pada tahun ini, SBY kehilangan dua orang yang dicintainya, yakni istrinya, Ani Yudhoyono dan ibundanya, Siti Habibah.

Melansir dari Kompas.com, Senin (2/9/2019), Ani Yudhoyono wafat di Singapura pada Sabtu (1/6/2019) setelah berjuang melawan sakit kanker darah yang dideritanya. Belum hilang duka SBY karena kehilangan sang istri, pada Jumat lalu (30/8/2019), ibunda SBY menghembuskan napas terakhirnya.

Sibi Habibah wafat di Rumah Sakit Mitra Cibubur hari itu. Keesokan harinya, ibunda SBY dimakamkan di Taman Pemakaman Umum (TPU) Tanah Kusir.

"Tahun 2019 ini adalah tahun yang berat bagi saya dan keluarga. Tahun yang penuh ujian dan cobaan. Belum genap 100 hari istri tercinta ibu Ani Yudhoyono berpulang menghadap Allah SWT, kemudian tadi malam ibunda tercinta, Hj Siti Habibah menghadap Sang Khalik," kata SBY dalam sambutannya usai pemakaman di TPU Tanah Kusir, Jakarta Selatan, Sabtu (31/8/2019).

Kendati menghadapi cobaan, SBY mengatakan bahwa dia dan keluarga harus tabah. Ia yakin Tuhan Yang Maha Esa memiliki recana jauh lebih baik.

"Oleh karena itu, saya dan keluarga insya Allah kuat, sabar dan tabah, dan insya Allah lulus menghadapi ujian Allah ini" ucap SBY.

Sosok religius

SBY mengenang sang ibu sebagai sosok yang religius. Bagi SBY, ibundanya juga sosok yang bersahaja dan kuat dalam menghadapi tantangan kehidupan.

Sosok ibunda Siti Habibah selama ini telah memberikan semangat dan inspirasi pada dirinya dan anak-anaknya dalam mengarungi kehidupan.

"Saya dan keluarga merasakan sosok dan karakter ibunda inilah yang memberikan semangat, dan inspirasi ke saya dan cucu almarhumah dalam mengarungi kehidupan. Itulah kenangan dan testimoni kami yang indah terhadap almarhumah," ujar dia.

SBY sedikit menceritakan riwayat hidup sang ibu yang dulunya tinggal di lingkungan Pondok Pesantren Termas, Pacitan, Jawa Timur. Kemudian, sempat pindah ke Blitar, hingga pada tahun 2007, almarhumah tinggal di Cikeas, Bogor.

"Ibunda Hj Siti Habibah lahir di Termas. Di lingkungan Pondok Pesantren Termas, Pacitan. 38 tahun almarhumah Siti Habibah tinggal di Pacitan. Kemudian, hijrah ke Blitar dan tinggal di kota itu 38 tahun. 2007 kemarin, almarhumah tinggal di Jakarta, kawasan Cikeas, hingga akhir hayatnya," tutur SBY.

Belasungkawa dari Jokowi

Ucapan belasungkawa atas wafatnya ibunda SBY datang dari sejumlah pihak, salah satunya Presiden Joko Widodo. Jokowi datang melayat ke kediaman SBY di Puri Cikeas, Bogor, Sabtu (31/8/2019) siang.

Presiden Jokowi diterima langsung oleh SBY dan putranya Agus Harimurti Yudhoyono (AHY). Tampak Presiden Jokowi dan SBY bersalaman dan saling berpelukan dalam momen itu.

Jokowi kemudian diajak oleh keduanya menuju pendopo, tempat sang ibunda SBY disemayamkan.

Sebelumnya, Wakil Presiden Jusuf Kalla beserta istri juga telah datang melayat ibunda SBY. Seusai menyampaikan belasungkawa dan berbincang sejenak dengan SBY, Presiden Jokowi berdoa untuk almarhumah. Tak lama setelahnya, Presiden Joko Widodo berpamitan meninggalkan lokasi rumah duka.

(Gisella Putri\Editor)
Share:


Berita Terkait

Komentar