Insiden Asrama dan Kerusuhan, Luka Lama Rakyat Papua Terkait HAM

Selasa, 20/08/2019 10:33 WIB
Kerusuhan di Manokwari, Papua (Antara)

Kerusuhan di Manokwari, Papua (Antara)

Jakarta, law-justice.co - Belum selesainya sejumlah kasus pelamggaran terhadap hak asasi manusia (HAM) di Papua membuat konflik terkait Papua tak pernah selesai dengan baik.

Demikian kata anggota Tim Kajian Papua LIPI, Rosita Dewi di Jakarta, Senin (19/8/2019). Dalam laporan Tim Kajian Papua LIPI di buku Papua Road Map (2009) terdapat empat sumber konflik di Papua yang salah satunya adalah masih terbengkalainya sejumlah permasalahan HAM masa lalu.

"Selain itu ada juga persoalan sejarah dan status politik, kegagalan pembangunan, dan marjinalisasi," kata Rosita seperti dilansir Antara.

Menurut dia, hal ini pula yang membuat kejadian seperti persekusi terhadap mahasiswa Papua yang kemarin terjadi di Malang dan Surabaya tak terjadi hanya sekali.

"Kejadian ini bukan yang pertama, kejadian lain seperti di Jogja juga beberapa kejadian lain yang serupa pernah terjadi," kata dia.

Adanya tindakan rasisme pada persekusi itu pun mengundang kemarahan dari mahasiswa dan masyarakat yang ada di Papua dan berbuah demonstrasi besar-besaran.

"Yang terjadi di Sorong, Manokwari ini sebagai bentuk kemarahan atas apa yang terjadi terhadap mahasiswa-mahasiswa Papua yang ada di Malang," ucap dia.

Untuk mengurai masalah yang terjadi saat ini, Rosita menilai perlunya penegakan hukum secara berimbang, tegas, dan adil.

"Pengusutan dilakukan terhadap semua pihak baik mahasiswa Papua maupun pelaku persekusi dan tindakan rasisme. Sementara lebih jauh lagi, penyelesaian masalah di Papua mesti dilakukan secara simultan dan berkesinambungan," ucap dia.

(Regi Yanuar Widhia Dinnata\Editor)
Share:


Berita Terkait

Komentar