Mahfud: Ulama Arab Berduit Lari ke Indonesia Sebar Paham Radikal

Minggu, 18/08/2019 11:29 WIB
Eks Ketua MK Mahfud MD (Breakingnews.co.id)

Eks Ketua MK Mahfud MD (Breakingnews.co.id)

Jakarta, law-justice.co - Eks Ketua Mahkamah Konstitusi Mahfud MD mengungkapkan bahwa ada ulama dari Arab Saudi datang ke Indonesia dengan membawa uang jutaan dolar AS untuk menyebarkan paham radikal.

Mahfud yang juga merupakan Ketua Umum Gerakan Suluh Kebangsaan menyebutkan bahwa kedatangan ulama berduit itu adalah fenomena baru dalam pergerakan paham radikal di Indonesia.

Menurutnya, seperti dilansir Gatra.com, Indonesia menjadi sasaran kalangan radikal dari negara lain.

"Sekarang di Saudi Arabia, terjadi penangkapan terhadap ulama yang radikal. Yang belum tertangkap, akan lari ke Indonesia dengan membawa jutaan dolar untuk mendukung gerakan radikal," kata Mahfud MD kepada wartawan di sela agenda Focuss Grup Discussion (FGD) Gerakan Suluh Kebangsaan di Hotel JS Luwansa, Jakarta Selatan, Jumat (16/8/2019).

Para ulama radikal tersebut, tambah Mahfud, telah dan hendak mendirikan pesantren di beberapa kota di Indonesia. Tujuannya sebagai sarana penyebaran paham radikal.

"Di beberapa tempat, ada lembaga pendidikan yang tidak dikenal. Dengan murid yang banyak tapi tertutup, di Jogja ada, di Magelang ada, tiba-tiba besar," ujar Mahfud.

Mahfud berujar, indikasi paham radikal ditunjukkan dari larangan hormat kepada bendera, melarang upacara, serta menghancurkan simbol negara berupa burung Garuda Pancasila.

Merespon hal tersebut, Gerakan Suluh Kebangsaan akan mengumpulkan para tokoh bangsa seperti Prof Komarudin Hidayat, KH Yahya Staquf, Prof Alwi Shihab, Hilmar Farid, KH Sholahuddin Wahid, Haedar Nashir, Sudhamek AWS, Romo Benny Susetyo, dan sebagainya, untuk berdiskusi secara tertutup.

Diskusi tertutup tersebut dipandu oleh Deputi dari Badan Intelijen Negara (BIN) serta kepala Badan Nasional Penanggulangan Terorisme (BNPT) Komjen Pol Suhardi Alius.

(Gisella Putri\Editor)

Share:




Berita Terkait

Komentar