Penangkapan Umar Kei, Polisi: Dia Konsumsi Narkoba Sejak 2004

Kamis, 15/08/2019 14:26 WIB
Umar Kei ditangkap terkait sabu (Foto: Detik/Ist)

Umar Kei ditangkap terkait sabu (Foto: Detik/Ist)

Jakarta, law-justice.co - Kepolisian terus menggali kasus narkoba yang menjerat tokoh pemuda Maluku, Umar Kei. Polisi menyebutnya sudah lama mengonsumsi narkoba.

"Dia sudah sering mengonsumsi, informasinya sejak sekitar 2004," ungkap Kasubdit II Ditnarkoba Polda Metro Jaya AKBP Dony Alexander di Jakarta pada Kamis (15/8/2019) seperti dilansir Detik.com.

Dony pun mengatakan Umar Kei sudah sering melakukan transaksi narkoba dengan pemasok. Namun dia tidak menjelaskan dengan detail soal transaksi tersebut.

"Dia sering beli," sambungnya.

Sebelumnya, tokoh pemuda dengan nama lengkap Umar Ohoitenan alias Umar Kei itu ditangkap polisi atas dugaan penyalahgunaan narkoba. Penyergapan itu dilakukan menjelang perayaan ulang tahunnya yang bakal digelar pada Sabtu (17/8/2019).

"Beliau (Umar Kei) ulang tahun Tanggal 17 Agustus besok," kata Ketua Dewan Pimpinan Daerah Front Pemuda Muslim Maluku Bekasi, Abbat Lessy Ahmad saat dihubungi di Jakarta pada Rabu (14/8/2019) seperti dilansir Antara.

Umar Kei diketahui aktif menjabat sebagai Ketua Dewan Pimpinan Pusat FPMM yang tinggal di kawasan Pondokgede, Kota Bekasi, Jawa Barat.

Umar ditangkap jajaran Direktorat Reserse Narkoba Polda Metro Jaya atas tuduhan menggunakan sabu-sabu di salah satu hotel Jalan Kramat Raya RT01/RW02 Kelurahan Kramat Kecamatan Senen, Jakarta Pusat, Senin (12/8/2019) sekitar pukul 16.30 WIB.

Polisi menggeledah kamar hotel tersebut dan menemukan sebuah pouch warna hitam. Di dalamnya terdapat 5 plastik klip berisi sabu. Selain itu ditemukan juga bong dan korek api. Polisi juga menyita sepucuk senjata api jenis revolver milik Umar Kei.

Dikatakan Abbat agenda peringatan ulang tahun Umar rencananya akan ditandai melalui peletakan batu pertama pembangunan masjid di Pondokgede, Kota Bekasi.

"Hari ini jajaran pengurus mau rapat pembahasan hari ulang tahun beliau di Pondokgede," katanya.

Rapat tersebut akan diikuti sejumlah perwakilan pengurus di 27 provinsi di Indonesia. Namun Abbat belum memastikan lokasi kegiatan rapat.

Pada agenda tersebut, panitia penyelenggara turut mengundang pejabat di lingkup Pemprov DKI untuk meletakkan batu pertama pembangunan masjid.

(Annisa\Editor)
Share:


Berita Terkait

Komentar