Pemerintah China Sebut Demo di Hong Kong seperti Aksi Teroris

Kamis, 15/08/2019 09:32 WIB
Demonstrasi di Bandara Hong Kong (Indopolitika.com)

Demonstrasi di Bandara Hong Kong (Indopolitika.com)

Jakarta, law-justice.co - Pemerintah China geram terhadap aksi demonstrasi di Bandara Internasional Hong Kong selama beberapa hari terakhir dan mengecam tindakan itu seperti aksi teroris.

Pernyataan itu diutarakan Beijing menyusul laporan yang menyebut bahwa para demonstran menyerang dua pria saat unjuk rasa berlangsung di bandara tersibuk kedelapan di dunia itu.

"Kami mengungkapkan kecaman paling keras terhadap aksi-aksi yang menyerupai aksi teroris ini," ucap juru bicara Kantor Dewan Urusan Negara China untuk Urusan Hong Kong dan Makau, Xu Luying seperti dilansir CNN Indonesia, Rabu (14/8/2019).

Demonstran Hong Kong kembali mengepung bandara pada Selasa (13/8/2019) setelah berhasil melumpuhkan tempat itu sehari sebelumnya hingga membuat otoritas membatalkan seluruh penerbangan.

Para pedemo memblokade dua terminal bandara hingga memicu otoritas kembali membatalkan penerbangan keberangkatan.

Selain itu, kelompok pemrotes juga dilaporkan mengikat dan memukuli seorang pria yang memakai rompi kuning. Belakangan, pria itu diketahui merupakan wartawan media pemerintah China, Global Times.

Seorang pria yang disebut China merupakan warga Provinsi Shenzhen juga dikabarkan dipukuli para pedemo.

Xu mengatakan pria yang ia sebut sebagai warga Shenzhen itu sempat ditahan selama dua jam oleh pedemo sebelum dibawa pergi dengan ambulans.

"Aksi para pemrotes sangat merusak citra Hong Kong di mata internasional dan secara serius melukai perasaan sejumlah besar saudara-saudara China," kata Xu.

"Kejahatan kekerasan yang sangat keji ini harus dihukum berat berdasarkan konstitusi," katanya menambahkan.

Xu memaparkan China "dengan tegas mendukung kepolisian dan peradilan Hong Kong untuk secara tegas menegakkan dan menggiring para penjahat ke pengadilan sesegera mungkin."

Tak cukup berdemo di gedung-gedung pemerintahan sejak awal Juni lalu, para pengunjuk rasa menyerbu bandara Hong Kong pada Kamis pekan lalu.

Demonstrasi di bandara semakin tidak kondusif pada awal pekan ini hingga memaksa otoritas membatalkan seluruh penerbangan dari dan menuju Hong Kong pada Senin (12/8/2019).

(Gisella Putri\Editor)
Share:


Berita Terkait

Komentar