Niat Pemerintah Balaskan Dendam Atas Kematian Brigpol Hedar

Kamis, 15/08/2019 08:27 WIB
Kelompok bersenjata di Papua (Jubi.co.id)

Kelompok bersenjata di Papua (Jubi.co.id)

Jakarta, law-justice.co - Menteri Pertahanan Ryamizard Ryacudu sepakat dengan pernyataan Wakil Presiden Jusuf Kalla yang meminta Polri untuk membalas serangan kepada kelompok bersenjata yang bertanggung jawab atas gugurnya Brigpol  Anumerta Hedar.

Melansir Kompas.com, Ryamizard akan melakukan konsolidasi setelah seorang personel dari Polda Papua Brigadir gugur dengan luka tembak di tangan kelompok kriminal bersenjata (KKB). Brigpol Hedar sebelumnya disandera oleh KKB di Kampung Usir, Kabupaten Puncak, Papua, Senin (12/8/2019).

"Nanti saya konsolidasi ke kantor, saya simak betul. Bila perlu saya panggil ke kantor apa penyebabnya," kata Ryamizard usai memberi kuliah umum di Universitas Pembangunan Nasional (UPN) Veteran, Surabaya, Rabu (14/8/2019).

Ryamizard mengatakan sepakat dengan pernyataan Wakil Presiden Jusuf Kalla yang meminta Polri untuk balas menyerang lantaran personelnya telah gugur setelah disandera oleh KKB. Menurut dia, apa yang sudah dilakukan KKB kepada penegak hukum tidak boleh dibiarkan.

"Memang harus diserang, jangan dibiarkan, enggak boleh. Ini Negara Republik Indonesia, itu (KKB) pemberontak, itu enggak boleh dibiarkan," ujar Ryamizard.

Sebelumnya diberitakan, Briptu Hedar ditemukan gugur, Senin (12/8/2019) pukul 17.30 WIT, tidak jauh dari lokasi penyanderaan. Peristiwa itu bermula Senin sian saat Hedar dan Bripka Alfonso Wakum sedang melakukan penyelidikan di Kabupaten Puncak dengan menggunakan sepeda motor.

Alfonso yang menyetir, sementara Hedar dibonceng di belakang. Ketika melintas di Kampung Usir, Hedar dipanggil oleh rekannya warga setempat.

Alfonso kemudian menghentikan kendaraannya. Selanjutnya, Hedar menghampiri temanya itu, sedangkan Alfonso menunggu di atas motor.

Pada saat Hedar berbicara dengan rekannya, tiba-tiba sekolompok orang datang serta langsung membawa Hedar ke tempat lain yang tidak diketahui rekannya. Alfonso langsung melarikan diri melaporkan peristiwa tersebut ke Pos Polisi Kago, Kabupaten Puncak.

(Regi Yanuar Widhia Dinnata\Editor)
Share:


Berita Terkait

Komentar