Tim Kemanusiaan Nduga Rampungkan Verifikasi, Ini Temuannya

Rabu, 14/08/2019 16:28 WIB
Ilustrasi: Dukungan terhadap penyelesaian konflik Nduga (Foto: Mediapatriot.co.id)

Ilustrasi: Dukungan terhadap penyelesaian konflik Nduga (Foto: Mediapatriot.co.id)

Jakarta, law-justice.co - Tim Kemanusiaan Kabupaten Nduga, Papua menemukan ada 184 korban meninggal akibat konflik di kabupaten tersebut. Temuan ini didapat setelah merampungkan verifikasi korban kemanusiaan pasca-operasi keamanan di Nduga yang berujung pada konflik dan kekerasan.

Tim Kemanusiaan Kabupaten Nduga telah menuliskan temuan detail terkait korban meninggal dan pengungsi Nduga dalam sebuah laporan yang disampaikan dalam konferensi pers di kantor Yayasan Amnesty Internasional di Jakarta pada Rabu (14/8/2019).

Seperti dilansir Antara, berdasarkan laporan tersebut sejak Desember 2018 hingga Juli 2019, tim berhasil mengonfirmasi setidaknya 184 korban meninggal di Nduga.

Selain menyebutkan tentang jumlah korban kemanusiaan, tim kemanusiaan Kabupaten Nduga yang dibentuk oleh pemerintah daerah Nduga juga menyampaikan mengenai kondisi memprihatinkan warga Nduga yang sekarang menjadi pengungsi di kabupaten tersebut.

"Korban terus bertambah dan pengungsi banyak yang meninggal. Mereka meninggal karena sakit, karena hidup lama di hutan. Ada juga yang melahirkan lalu meninggal. Ada juga yang meninggal akibat kedinginan," ungkap Theo Hesegem, Direktur Yayasan Keadilan dan Keutuhan Manusia Papua seperti dilansir Antara.

Theo mengatakan kondisi memprihatinkan yang dialami warga Nduga adalah akibat dari konflik berkepanjangan antara aparat keamanan dan anggota kelompok separatis Organisasi Papua Merdeka (OPM).

"Tidak ada pertolongan medis di pengungsian. Ini dampak dari kekerasan yang terjadi sejak operasi keamanan. Ada tiga aktor dalam hal ini, yaitu masyarakat sipil, TNI/Polri, dan OPM," kata dia.

Theo menyebutkan bahwa dari total 184 orang korban kemanusiaan konflik Nduga itu, terdapat 21 perempuan dewasa meninggal, 69 laki-laki dewasa meninggal, 21 anak perempuan meninggal, 20 anak laki-laki meninggal, 14 balita perempuan meninggal, 12 balita laki-laki meninggal, delapan bayi laki-laki meninggal, 17 bayi perempuan meninggal.

(Annisa\Editor)
Share:


Berita Terkait

Komentar