Ini Perintah Presiden Jokowi untuk Antisipasi Ancaman Megathrust

Sabtu, 03/08/2019 21:22 WIB
Ilustrasi gempa. ( Foto: Okezone.com)

Ilustrasi gempa. ( Foto: Okezone.com)

Jakarta, law-justice.co - Presiden Joko Widodo memerintahkan Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) untuk membangun hutan pantai di daerah rawan terkena megathrust. Pelaksana Harian (Plh) Kepala Pusat Data, Informasi, dan Humas BNPB Agus Wibowo mengaku ditunjuk langsung oleh Jokowi untuk mengerjaian program ini.

Megathrust merupakan gempa akibat tumbukan antara lempeng Indo-Australia dan Eurasian, dan dapat memicu tsunami.

Sementara hutan pantai sebagai benteng alami yang diminta Jokowi itu, seperti dilansir CNN Indonesia, bakal dibangun guna melindungi permukiman warga dan objek-objek vital di wilayah pesisir.

"Salah satu cara murah dengan menanam hutan pantai, akan ditanam di depannya New Yogyakarta International Airport (NYIA) di Kulonprogo, di Banten, dan di daerah-daerah sepanjang itu. Itu salah satu cara membangun benteng pertahanan dengan alam, dengan pohon," kata Agus dalam jumpa pers di Graha BNPB, Jakarta pada Sabtu (3/8/2019) seperti dilansir CNN Indonesia.

Pilihan tersebut menurut Agus, diambil Indonesia karena lebih ekonomis dibanding membangun tembok seperti yang diterapkan Jepang. Sebab Indonesia menghadapi beberapa megathrust di sepanjang pantai Sumatra, Jawa, Bali, Nusa Tenggara, dan Papua.

Dia pun menjelaskan tugas itu telah dituangkan dalam Perpres Nomor 51 Tahun 2016 yang ditandatangani oleh Jokowi. BNPB sudah mulai membangun hutan pantai pada Maret 2019.

"Hutannya tahun ini sudah mulai sampai tahun depan karena hutan butuh waktu lama untuk bisa besar, bisa 10-20 tahun," jelas Agus Wibowo.

BNPB juga melakukan ekspedisi Desa Tangguh Bencana untuk mensosialisasikan mitigasi bencana. Mereka berkeliling di daerah-daerah rawan untuk melakukan sosialisasi.

Sementara terkait opsi relokasi, Agus mengatakan cukup sulit. Pasalnya harus melalui banyak tahapan dan melibatkan banyak pihak.

"Untuk relokasi, itu tergantung dari pemerintahnya karena perlu ada perubahan tata ruang dan sebagainya."

Sebelumnya, BMKG mengatakan megathrust adalah ancaman riil yang patut diwaspadai seluruh pihak. Kepala Pusat Gempa Bumi dan Tsunami BMKG Rahmat Triyono menyatakan hal itu usai gempa magnitudo 6,9 terjadi di Banten, Jawa Barat.

Gempa di Banten pada Jumat malam terasa hingga Jakarta, Lampung, Yogyakarta.

"Ancaman (megathrust) riil, nyata di sepanjang pantai Barat Sumatera, mungkin jaraknya sekitar 200-250 km di laut lepas," kata Rahmat.

(Annisa\Editor)
Share:


Berita Terkait

Komentar