Lebih dari Seribu Orang Mengungsi Akibat Gempa Banten

Sabtu, 03/08/2019 14:09 WIB
Rumah di Kecamatan Mandalawangi, Kabupaten Pandeglang yang rusak akibat gempa Banten yang terjadi Jumat (2/8/2019). (Foto: Kompas)

Rumah di Kecamatan Mandalawangi, Kabupaten Pandeglang yang rusak akibat gempa Banten yang terjadi Jumat (2/8/2019). (Foto: Kompas)

Jakarta, law-justice.co - Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) mencatat ada lebih dari seribu orang mengungsi akibat gempa bumi Banten di Perairan Banten pada Jumat (2/8/2019). Para pengungsi tersebut terdiri atas warga dari pelbagai daerah di Banten dan Lampung.

Pelaksana Harian Kepala Pusat Data, Informasi, dan Humas BNPB Agus Wibowo mengatakan, pendataan sementara menemukan satu orang meninggal dalam kejadian tersebut. Agus menerangkan dampak gempa melalui keterangan tertulis yang dilansir CNN Indonesia dan Sindonews.

Gempa berkekuatan magnitudo 6,9 tersebut diketahui mengakibatkan getaran di sejumlah daerah.

"Jumlah korban 1.050 jiwa mengungsi, empat orang luka-luka, satu orang meninggal dunia atas nama Rasinah, 48 tahun, Kampung Cilangkahan RT 03/01 Desa Pecangpari Kecamatan Cigemblong, akibat panik dan serangan jantung," kata Agus dalam keterangan tertulis pada Sabtu (3/8/2019).

Agus juga mengatakan 113 bangunan tersebar di Banten, Lampung, dan Jawa Barat rusak akibat gempa tersebut. Jumlah ini terdiri atas 34 rumah rusak berat, 21 unit rumah rusak sedang, 58 rumah rusak ringan, 1 kantor desa rusak ringan, dan 2 masjid rusak ringan.

Kepala BNPB Letjen Doni Monardo dikabarkan Sabtu (3/8/2019) hari ini telah tiba di lokasi kejadian. Staf Khusus Kepala BNPB Egy Massadiah mengatakan Doni melakukan respons cepat terhadap arahan Presiden Joko Widodo.

"Saya ingin memastikan bahwa semua dukungan untuk masyarakat yang terdampak langsung atau tidak, semua berjalan dengan baik," demikian kata Doni disampaikan Egy Massadiah lewat keterangan tertulis yang dilansir CNN Indonesia, Sabtu (3/8/2019).

Dalam pemantauan tersebut, Kepala BNPB memperbarui data korban meninggal dan bangunan yang rusak akibat gempa di Banten. "Kerusakan yang ditimbulkan, kami monitor jam ke jam mengalami peningkatan. Hari ini jumlah terdapat mencapai 200 bangunan, baik rusak berat, ringan, dan sedang. Sejauh ini 2 orang meninggal dunia," kata Doni dilansir dari Detik.com.

Sebelumnya, gempa bumi terjadi di perairan Banten, Sabtu (3/8/2019) malam. Semula gempa Banten disebut berkekuatan magnitudo 7,4 skala richter. BMKG meralatnya menjadi 6,9 skala richter.

BMKG menjelaslan episenter gempa bumi, terletak pada koordinat 7,32 derajat Lintang Selatan dan 104,75 derajat Bujur Timur. Tepatnya berada di laut dengan kedalaman 4,8 km pada jarak 164 km barat daya Kota Pandeglang, Banten.

(Annisa\Editor)
Share:


Berita Terkait

Komentar