Sebab HUT PRD Gagal Digelar

Senin, 22/07/2019 22:38 WIB
Simbol PRD. (Sumber: pedomanbengkulu.com)

Simbol PRD. (Sumber: pedomanbengkulu.com)

Surabaya, law-justice.co - Perayaan Hari Ulang Tahun (HUT) Partai Rakyat Demokratik (PRD) di Surabaya, Jawa Timur batal digelar, Senin (22/7/2019).

Kapolrestabes Surabaya Kombes Pol Sandi Nugroho mengungkapkan, kegiatan tersebut belum mengantongi surat izin dari lembaganya.

Peringatan ke-23 itu rencananya digelar di rumah makan di kawasan Gubernur Suryo pada malam ini.

"Sampai dengan hari ini belum ada pemberitahuan untuk itu. Dan saya juga sudah ngecek ke intel, belum ada pemberitahuan untuk itu," jelas Sandi saat dihubungi.

Seperti dikutip CNNIndonesia.com, Ketua Komite Pimpinan Kota (KPK) PRD Surabaya, Samirin mengutarakan, acara Ulang Tahun itu bakal diwarnai diskudi bertema "Ini Jalan Kita ke Depan: bangun Persatuan Nasional, Wujudkan Kesejahteraan Nasional". Wakil Wali Kota Surabaya, Whisnu Sakti Buana menjadi salah satu narasumber dalam obrolan tersebut.

Namun kata dia, kegiatan itu batal terselenggara lantaran menuai penolakan dari sejumlah Organisasi Masyarakat (Ormas).

"Izin sudah, cuma ditolak, jadi penolakan hari ini. Dan posisi tempat juga secara mendadak dibatalkan, jadi pihak rumah makan sendiri diimbau kepolisian bahwa tidak boleh dipakai untuk acara PRD," papar Samirin.

Ia menganggap alasan pembatalan itu tak masuk akal. Salah satunya ancaman dari beberapa Ormas juga kelompok masyarakat.

"Alasannya enggak jelas. Karena katanya kami mau diserang kelompok-kelompok reaksioner. Landasannya apa? Kan sudah jelas kami berjuang lagi membangkitkan pancasila sebagai sebuah kemenangan di Indonesia ini."

Sedangkan Wali Laskar Pembela Islam (LPI) Surabaya Agus Fachrudin mengatakan, organisasinya mengecam gelaran diskusi HUT PRD. Ia bilang, jika kegiatan tetap digelar maka Agus pun mengancam bakal membubarkan paksa acara tersebut.

"Kami menolak acara itu, tahun 97 PRD kan sudah dibubarkan oleh pemerintah, maka mereka tidak berhak menggelar acara itu," tukas Agus.

(Annisa\Editor)
Share:


Berita Terkait

Komentar