Pengamat politik, Dr. Safri Muiz

Jokowi Lebih Nyaman Koalisi dengan Prabowo, Dibanding yang Lain

Sabtu, 20/07/2019 15:17 WIB
Ketum Gerindra Prabowo Subianto dan Presiden Joko Widodo (Jawa Pos)

Ketum Gerindra Prabowo Subianto dan Presiden Joko Widodo (Jawa Pos)

Jakarta, law-justice.co - Koalisi partai sebenarnya sangat diperlukan oleh penguasa dalam sistem pemerintahan presidensial. Hal ini untuk memudahkan tugas presiden dalam menjalankan pemerintahan secara efektif.

Dalam konstitusi di negara kita memang tidak diatur koalisi dengan rigit, tetapi koalisi ini haruslah terbentuk di parlemen karena pemilu untuk legislatif setelah reformasi tahun 1998, tidak pernah menghasilkan pemenang yang unggul dalam perolehan kursi DPR, dengan keunggulan lima puluh persen lebih. Akan tetapi, hanya menghasilkan kursi yang tidak jadi mayoritas tunggal, ujar pengamat politik, Dr. Safri Muiz kepada law-justice.co di Jakarta, Sabtu (20/7/2019).

Dengan demikian, pemerintahan Jokowi ini harus ditopang oleh koalisi partai yang kuat di parlemen, untuk memudahkan laju roda pemerintahan, karena hampir setiap kebijakan yang akan dikeluarkan oleh Presiden haruslah mendapat persetujuan dari parlemen. Bila riuh terjadi di parlemen, maka kebijakan seorang Presiden akan terhambat, sehingga efektifitas laju roda pembangunan dari semua bidang akan lamban. Jangan harap perekonomian akan tumbuh dengan pesat, yang ada kita akan stagnan, jauh tertinggal dari negara di kawasan Asia Tenggara, maupun di kawasan dunia lain.

Sangatlah penting Jokowi dan PDI-P memikirkan koalisi yang mana yang efektif untuk periode kedua pemerintahan Jokowi ini. Kalau melihat peta yang ada pada tahun 2019 ini, partai yang mendapat kursi terbanyak di parlemen hanyalah PDI-P,  Gerindra dan Golkar. Artinya Jokowi haruslah melihat bahwa pemerintahan dia jauh akan melesat dengan menyempurnakan koalisi yang telah dia coba lima tahun ke belakang. Koalisi ideal kalau kita cermati adalah koalisi nasionalis. Yaitu koalisi yang didukung oleh 3 partai nasionalis (PDI-P, GERINDRA dan GOLKAR), sehingga warna demokrasi Indonesia akan sempurna dan sesuai dengan konstitusi kita, lanjut  Safri. Jangan ada lagi yang teriak tentang politik identitas, yang ada politik kebangsaan sesuai dengan Pancasila dan UUD 1945.

Kita tidak perlu lagi bilang kita adalah entitas tertentu,  yang harus dimunculkan dan sepakati bersama kita adalah NKRI. Jangan ada lagi riak-riak yang menunjukan kita berbeda dan harus bercerai karena memang kita berbeda. Yang ada kita berbeda, tapi satu jua. Itu yang kita harapkan sebagai rakyat, dan kita berharap kita bisa menatap masa depan Indonesia menjadi macan asia. Indonesia kekuatan besar sebagai negara maju dikawasan asia dan menjadi kekuatan baru bagi dunia. Indonesia adalah negara yang hebat, negara yang menjadi bagian dunia dan merupakan kekuatan dahsyat di era kekuatan ekonomi menjadi ujung tombak nomor satu bagi suatu negara, tegas Safri.

Janganlah kita ribut masalah koalisi, tapi roda ekonomi jadi lamban. Oleh sebab itu Jokowi haruslah membentuk koalisi yang elegan dan persatuan rakyat itu harus dia jalankan. Prabowo sudah membuka ruang untuk Jokowi melakukan kolaborasi guna menegakan demokrasi ala Indonesia. Dan bersama Prabowo membangun kekuatan ekonomi menuju Indonesia adil dan makmur. Kekuatan ini jangan sampai menjadi kekuatan yang semu, akan tetapi haruslah menjadi kekuatan yang menggelinding bagai bola salju. Dan koalisi Prabowo dan Jokowi adalah koalisi sempurna bagi republik ini, tambah Safri.

Karena PDI-P dan Partai Gerindra yang menopang kedua tokoh ini adalah Partai  nasionalis yang didukung oleh rakyat indonesia hampir menyeluruh disetiap provinsi. PDI-P dan Gerindra bila sudah berkoalisi maka lima tahun kedepan pemerintahan Jokowi akan melesat dan pembangunan ekonomi akan menjadi hal yang utama. Karena Prabowo sangat konsen terhadap kesejahteraan rakyat, itu dapat kita dapatkan dari jejak dan langkah beliau dalam membesarkan partai Gerindra. Beliau begitu konsisten memperjuangkan agar indonesia adil dan makmur. Tanpa henti-hentinya beliau walau dihujat, dilecehkan lawan politik. Bahkan diancam oleh para relawan. Tapi Prabowo tetap berdiri tegak dengan keyakinan tingkat tinggi bahwa dia berjalan di jalan yang benar. Tidak ada sedikit pun keraguan dari seorang Prabowo, bahwa Indonesia harus menjadi negara berdaulat dan bermartabat.

Jokowi tidak akan merasa terbebani untuk melanjutkan periode kedua pemerintahannya Jokowi begitu yakin bahwa Prabowo adalah teman seperjuangan dia, tegas Safri.

(Warta Wartawati\Editor)
Share:


Berita Terkait

Komentar