Terseret Kasus Novel, Komjen Iriawan Bantah Telah Diperiksa TGPF

Senin, 15/07/2019 00:01 WIB
Komjen Pol Mochamad Iriawan (SuratKabar.id)

Komjen Pol Mochamad Iriawan (SuratKabar.id)

Jakarta, law-justice.co - Komjen Pol Mochamad Iriawan (Iwan Bule) yang merupakan mantan Kapolda Metro Jaya membantah telah diperiksa oleh tim gabungan pencari fakta (TGPF) bentukan Kapolri Tito Karnavian terkait kasus penyerangan dengan air keras yang menimpa penyidik senior Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) Novel Baswedan. Dia menyatakan siap melawan semua tuduhan yang dialamatkan kepada dirinya yang diduga terlibat dalam kasus ini.

Iwan Bule membantah keras telah diperiksa oleh TGPF terkait kasus penyiraman air keras ke wajah penyidik KPK Novel Baswedan. Ia menyebut kedatangan TGPF terjadi dua bulan lalu di kantornya Lembaga Ketahanan Nasional (Lemhannas).

"Bukan diperiksa, tetapi klarifikasi atau ngobrol. Kalau diperiksa itu kan di-BAP, tetapi pertemuan saya dengan TGPF tidak ada pemeriksaan," ujar Sekretaris Utama Lemhannas ini seperti dikutip Antara, di Jakarta, Minggu (14/7/2019).

Dalam pertemuan dengan TGPF, Iwan Bule mengaku saat ini tenang-tenang saja lantaran memang tidak mengetahui apa-apa soal pelaku penyiraman air keras ke wajah Novel Baswedan.

"Saya enggak tahu apa-apa tentang pelaku penyiraman Novel apalagi tahu pelakunya. Saya enggak ada sangkut-paut dengan kasus ini. Mungkin TGPF, merasa saya tahu kasusnya Novel, saya bilang enggak tahu," kata Iwan Bule.

Iwan Bule melanjutkan dirinya sempat ditanyai perihal pertemuan dengan Novel Baswedan oleh TGPF di Polda Metro Jaya. Iwan Bule menampik pertemuannya tersebut terkait dengan kasus penyiraman air keras.

"Saya diskusi masalah sinergitas Polri dan KPK dalam penanganan korupsi. Kala itu, Novel datang bersama Brigadir Arif, itu sahabatnya dia. Dia anak buah saya di Brimob Polda Metro Jaya, lewat dia akhirnya ketemu saya," kata Iwan Bule.

Iwan Bule menerangkan pertemuannya dengan Novel Baswedan kala itu juga terkait dengan penanganan kasus korupsi besar dan dapat masuk ke sektor-sektor yang belum bisa diungkap KPK. Misalnya, mafia pangan.

"Itu pertemuan kami di ruang kerja Kapolda Metro. Kemudian saya sempat ditanya (TGPF) kapan lagi pernah ketemu, saya jawab pernah ke rumahnya (Novel) diajak Arif juga karena anaknya Novel lahir, nama anaknya Umar. Saya silaturahmi," ujar Iwan Bule.

Pernah Ingatkan Novel

Iwan Bule mengaku memang sempat mengingatkan Novel Baswedan terkait dengan adanya ancaman kepada penyidik KPK, tetapi hanya dalam konteks wajar.

"TGPF mempunyai asumsi bahwa saya ke rumah Novel itu memberi tahu bahwa nanti akan ada yang menganiayai, makanya diingatkan harus hati-hati. Mereka juga berasumsi bahwa saya tahu pelaku dari penyiraman ke Novel. Ini kan aneh," tutur Iwan Bule.

Daripada berasumsi kepada dirinya, Iwan Bule menyarankan agar TGPF mencari pelaku penyiraman Novel Baswedan dengan serius.

"TGFP harusnya menjelaskan apa yang sudah dilakukan mulai dari TKP , temuan-temuan lain yang memberikan petunjuk kepada peristiwa itu , kendala-kendalanya sehingga TPGF belum bisa mengungkap atau menemukan fakta. Jelaskan dong ke publik," ujar Iwan Bule.

Iwan Bule mengatakan tuduhan yang dilayangkan kepada dirinya atas kasus penyiraman air keras ke wajah Novel Baswedan selama ini telah berdampak kepada keluarganya.

"Kasihan keluarga saya, istri saya, anak saya, banyak yang bilang `bapak kamu terlibat kasus penyiraman Novel`. Anak dan adik kandung saya sampai menangis. Itu kan namanya menjatuhkan nama baik saya," kata Iwan Bule.

(Regi Yanuar Widhia Dinnata\Editor)
Share:



Berita Terkait

Komentar