Budi Gunawan, Kisah Sang Ajudan Megawati yang Berkarir Cemerlang

Minggu, 14/07/2019 19:00 WIB
Kepala BIN Budi Gunawan (Rappler)

Kepala BIN Budi Gunawan (Rappler)

Jakarta, law-justice.co - Megawati dan Soeharto memiliki kesamaan. Persamaan itu terkait ajudan mereka yang karirnya menjadi menonjol setelah masa jabatan keduanya menjadi presiden selesai. Bedanya terkait jumlah ajudan dan lama keduanya menjabat di pemerintahan. Adapun ajudan Megawati yang menonjol sampai saat ini adalah Budi Gunawan.

Melansir dari tulisan Tirto.id berjudul Pramono & Budi Gunawan: Dua Ajudan Megawati yang Paling Moncer, Minggu (14/7/2019), Jenderal Polisi Budi Gunawan (BG) kini menjabat Kepala Badan Intelijen Negara (BIN), sejak 9 September 2016. Lulusan Akabri Kepolisian Semarang Angkatan 1983 ini dianggap sebagai perwira polisi cemerlang.

BG pernah menjadi Kepala Kepolisan Sektor Tanjung Karang, Bandar Lampung; Kepala Satuan Lalu Lintas (Kasat Lantas) di Palembang; dan Kepala Kepolisian Resort (Kapolres) Bogor.

BG harus meninggalkan sebentar masa dinasnya di kepolisian, karena pada 1999 dia ditarik menjadi ajudan Megawati. Setelah Gus Dur lengser dan Megawati naik jadi Presiden, BG tetap ajudan Megawati. Jika sebelumnya Ajudan Wakil Presiden, kini Ajudan Presiden. Pangkatnya ketika itu setara kolonel atau komisaris besar (kombes).

Setelah Megawati tak jadi presiden lagi, BG kembali ke pangkuan Kepolisian Republik Indonesia. Di masa kepresidenan SBY, BG pernah menjadi Kepala Kepolisian Daerah (Kapolda) di Jambi dan Bali.

Selain itu dia pernah menjabat Kepala Lembaga Pendidikan Latihan (Kalemdiklat) Polri, Kepala Divisi Binkum, dan Kepala Divisi Propam.

Beberapa saat setelah Joko Widodo menjabat presiden, BG menjadi Wakil Kepala Kepolisian RI dari 2015 hingga 2016, dengan pangkat komisaris jenderal (komjen). BG pernah dicalonkan menjadi Kepala Kepolisan Republik Indonesia.

“Pencalonan Komjen Pol Budi Gunawan menjadi Kapolri diduga usulan secara tidak resmi dari Megawati Soekarnoputri selaku Ketua Umum Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP),” tulis Monang Siahaan dalam KPK dan POLRI Bersatulah Memberantas Korupsi (2015: 120).

Dalam buku itu tertulis, “sedikit banyaknya Komjen Pol Budi Gunawan mengetahui kebaikan dan kekurangan Megawati selama menjabat Presiden RI.”

Usulan dari Mega biasanya sulit ditolak Jokowi.

Pencalonan ini dianggap sebagai balas jasa. Belakangan BG tak pernah jadi Kapolri. Dia malah jadi Kepala BIN. Meski "hanya" Wakapolri dan Kepala BIN, jabatan BG tetaplah moncer.

Baru-baru ini, nama BG dikaitkan sebagai salah satu tokoh yang menginisiasi pertemuan antara presiden terpilih Jokowi dan Ketua Umum Gerindra Prabowo Subianto. Pernyataan tersebut dikatakan oleh Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi.

"Ada pak Pramono ada pak BG, pak Edhy Prabowo. Itu orang baik semua mereka memang bersahabat ya," sebut Budi Karya di FX Sudirman Jakarta, Sabtu (13/7/2019).

(Gisella Putri\Editor)
Share:


Berita Terkait

Komentar