Keresahan Warga Jembatan Roxy Jadi Korban Pelemparan Tinja

Minggu, 14/07/2019 08:31 WIB
Aksi membuang tinja secara sembarangan ternyata masih kerap terjadi di jembatan layang Roxy arah Grogol, Jakarta Pusat. (Foto: GenPI)

Aksi membuang tinja secara sembarangan ternyata masih kerap terjadi di jembatan layang Roxy arah Grogol, Jakarta Pusat. (Foto: GenPI)

Jakarta, law-justice.co - Aksi membuang tinja secara sembarangan ternyata masih kerap terjadi di jembatan layang Roxy arah Grogol, Jakarta Pusat. Kejadian itu menyebabkan warga resah lantaran mereka menjadi korban yang kejatuhan sekaligus terpaksa mencium bau tak sedap.

Kejadiannya dirasakan Yarto, yang ketika itu hendak memarkirkan sepeda motornya di sekitar pertigaan Jalan Kyai Tapa, tepat di bawah jembatan layang Roxy arah Grogol. Seperti dikutip melalui CNN Indonesia, tiba-tiba sebuah kantong plastik jatuh. Isinya melumuri punggung lelaki 52 tahun itu.

Pengemudi ojek itu kaget begitu melihat isi kantong plastik tersebut: kotoran manusia berbau tak sedap menyengat.

"Saya baru mau parkir motor waktu itu, tiba-tiba saya kaget, punggung saya tertimpa kresek dari atas," kata Yarto kepada CNN Indonesia, Selasa (9/7).

Yarto langsung melihat ke atas jembatan layang, asal plastik tersebut terjatuh. Namun, dia kesulitan mencari tahu sumbernya. Yarto hanya bisa mendengar suara motor yang pergi menjauh.

Yarto masih bergidik jijik saat menceritakan kejadian tersebut. Peristiwa itu dia alami tiga bulan lalu. Akibat kejadian itu, Yarto mengurungkan niatnya untuk mencari penumpang. Dia kemudian pulang lebih awal.

Baju putih yang dia kenakan tampak menguning dilumuri kotoran. Yarto mengenang bau kotoran itu sangat menyengat dan susah hilang. Dia terpaksa membuang baju tersebut. 

Bukan hanya sekali itu, pelemparan kantong plastik berisi kotoran di bawah jembatan layang itu disebut kerap terjadi.

Madun, pedagang tas di sekitar tempat kejadian, mengaku sering menyaksikan pelemparan kantong plastik berisi kotoran tersebut. Menurutnya, peristiwa tersebut terjadi sejak tahun lalu. Orang yang sedang melintas di bawah jalan layang sudah tentu jadi korban.

"Memang benar ada yang suka melempar dari atas fly-over. Yang dilempar itu selalu kantong plastik. Isinya kotoran, dan tempatnya selalu sekitar situ aja," kata Madun menunjuk ke arah pertigaan jalan.

Pria 65 tahun itu mengatakan pelaku menjalankan aksinya tidak menentu. Namun biasanya kejadian itu muncul saat jembatan layang sedang sepi. Warga pun kesulitan mengejar pelaku yang segera melarikan diri.

"Kejadiannya sering, namun jamnya enggak pasti, kadang seminggu sekali, kadang dua hari, warga sini sih sudah biasa lihat tapi enggak pernah berhasil ditangkap," katanya.

Korban pelemparan tinja itu pun bermacam-macam. Mulai dari tukang ojek, penumpang, warga yang sedang lewat, hingga pengguna mobil.

Saksi lainnya, Idris mengatakan plastik yang dilemparkan tidak hanya berisi kotoran. Menurutnya, pelemparan itu juga pernah memecahkan kaca belakang salah satu mobil yang sedang melintas.

Idris yang berdagang di sekitar lokasi itu menuturkan, awalnya dia kaget mendengar suara kaca pecah. Begitu keluar dari tokonya, dia melihat sebuah mobil berhenti di tengah jalan sudah dikerumuni orang. Kaca belakang mobil pecah terkena kantong plastik yang jatuh dari jembatan layang.

"Kaca belakang mobilnya pecah gara-gara kejatuhan kantong plastik. Saat dilihat isi plastiknya ternyata ada seperti botol bekas, beling, dan besi dicampur sama kotoran," ujar Idris.

Pria 45 tahun itu menilai kejadian tersebut sudah meresahkan warga dan telah dilaporkan kepada pengurus RW setempat.

Sejumlah orang yang geram juga pernah berusaha menangkap pelaku. Diam-diam mereka menunggu aksi tersebut di atas jembatan layang. Namun, pelaku yang ditunggu tak kunjung muncul. Hingga kini, motif dan identitas orang tak dikenal itu belum diketahui.

Herman, pedagang kunci duplikat yang tak jauh dari lokasi, pernah melihat orang yang melempar kantong plastik berisi tinja dari atas jembatan layang. Namun dia tak melihat jelas wajah pelaku.

"Dari badannya sepertinya bukan anak muda, tapi sudah cukup dewasa. Dia pakai jaket hitam, dan memakai motor Revo warna hitam waktu itu. Saya tidak bisa lihat wajahnya karena dia pakai helm yang menutupi wajahnya," ujar Herman.

Saat dikonfirmasi terpisah, Kepala Satpol PP DKI Jakarta Arifin mengatakan pihaknya belum bisa menanggapi masalah tersebut karena hingga kini belum ada laporan dari warga.

"Saya belum mendapat laporan peristiwa ini. Sementara ini kami akan cek dulu apakah ada laporan dari warga di daerah tersebut terkait masalah ini," kata Arifin.

(Winna Wijaya\Editor)
Share:


Berita Terkait

Komentar