Mesir Buka Kembali 2 Piramida Tertua yang Ditutup Sejak 1965

Minggu, 14/07/2019 08:00 WIB
Sejumlah wisatawan melihat dari luar piramida tertua Bent yang ditutup sejak 1965 (ap)

Sejumlah wisatawan melihat dari luar piramida tertua Bent yang ditutup sejak 1965 (ap)

law-justice.co - Pemerintah Mesir memutuskan untuk membuka kembali dua piramida tertua yang berlokasi 40 kilometer di selatan Kairo. Setelah ditutup untuk umum sejak 1965, kini kedua situs ini dapat dikunjungi kembali oleh para wisatawan dan diharapkan dapat mendongkrak pariwisata negara yang terletak di bagian utara benua Afrika itu  .

Menteri Purbakala Mesir, Khaled el-Anany mengungkapkan, pasca dikeluarkannya keputusan itu, para turis diperbolehkan untuk menyambangi piramida Bent dan satelitnya. Kedua terletak di Dahshur, yang merupakan bagian dari Mephis, salah satu situs warisan dunia yang diakui oleh organisasi PBB, Unseco.

Piramida Bent sendiri dibuat pada masa kerajaan lama, ketika Mesir dipimpin oleg Firaun Sneferu, sekitar 2600 tahun sebelum masehi. Khaled menyebut pirimida ini unik karena memiliki dua struktur bagian dalam yang merempresentasikan bentuk transisi dalam tradisi konstruksi piramida.

Selain itu, sang Menteri Purbakala Mesir itu menyebut para arkeolog telah menemukan koleksi sarkofagus yang terbuat dari bayu, tanah liat, dan kayu. Beberapa di antaranya berisi mumi. Selain itu, artefak lain yang ditemukan adalah topeng penguburan dari kayu dan  alat pemotong dari batu, yang diperkirakan berasal dari Periode Akhir (sekitar 664-332 sebelum masehi)

Sementara itu, Sektretaris Jenderal Dewan Tinggi Purbakala, Mostafa Waziri mengatakan  pihaknya juga menemukan berbagai artefak lain. Salah satunya adalah balok batu yang dijumpai  bersama pecahan batu granit dan kapur. Temuan ini menandakan, area tempat ditemukannya benda-benda purbakala itu merupakan areal pemakaman tua.

Saat ini, Mesir memang sedang gencar melakukan berbagai eksplorasi sejarah baru. Tujuannya, untuk membangkitkan kembali sektor turisme yang sempat terpuruk karena berbagai kekacauan pada 2011 , paska pemberontakan yang dilakukan  dan berhasil mengulingkan pimpinan yang telah berkuasa lama, Hosni Mubarak.

Egypt has been whipping up publicity for its new historical discoveries in the hopes of reviving a devastated tourism sector still recovering from the turmoil following a 2011 uprising that toppled longtime autocrat Hosni Mubarak. (stuff)

(Teguh Vicky Andrew\Editor)
Share:


Berita Terkait

Komentar