Hari Malala Sedunia, Perempuan Berhak Mendapatkan Pendidikan

Jum'at, 12/07/2019 19:17 WIB
Malala Yousafzai (Enuza Education)

Malala Yousafzai (Enuza Education)

law-justice.co - Hari ini, 12 Juli diperingati sebagai “World Malala Day” atau Hari Malala Sedunia. Hari tersebut untuk mengingatkan, bahwa setiap perempuan berhak untuk mendapatkan pendidikan.

Malala  Yousafzai, lahir di Mingora, Pakistan, pada 12 Juli 1997. Ia baru berusia 11 tahun, ketika Taliban melarang televisi, musik dan pendidikan untuk anak perempuan di negaranya. Namun ia tetap bersekolah, Malala ingin menjadi dokter.

Melihat keberaniannya, BBC memintanya untuk menceritakan pengalamannya selama hidup di bawah pemerintahan Taliban. Malala tidak menggunakan nama asli di blog-nya, agar terhindar dari hukuman.

Ia lalu menulis mengenai kehidupannya sebagai seorang gadis, di negara yang diperintah oleh militer yang kejam, dan begitu sedikitnya anak perempuan yang pergi bersekolah.

Seiring dengan itu, Malala kemudian memutuskan untuk menjadi aktivis, daripada seorang dokter, seperti yang ia cita-citakan sebelumnya. “Satu anak, satu buku dan seorang guru dapat mengubah dunia,” kata Malala.

Ia mulai berpidato dengan menggunakan namanya sendiri. Ia muncul di televisi untuk mengadvokasi perempuan mengenai pentingnya pendidikan. Namun begitu namanya mulai populer, keselamatannya pun mulai terancam. Ia beberapa kali menerima ancaman akan dibunuh. Pemimpin Taliban menyetujui untuk membunuh Malala.

Tahun 2012, Malala pulang sekolah dengan menggunakan bus sekolah. Seorang pria bertopeng membawa senjata menerobos masuk ke dalam bus dan menembaknya.

Sebuah peluru menembus kepalanya melalui leher dan bahu. Malala segera diterbangkan ke rumahsakit dan menjalani pembedahan. Setelah lima jam dioperasi, peluru berhasil dikeluarkan. Benda itu telah merusak otaknya, dan hampir mengenai susunan syarafnya.

Di hari ke sembilan, Malala tersadar dari koma. “Mereka bisa menembak tubuh saya, tetapi mereka tidak bisa menembak mimpi-mimpi saya,” katanya.

Setelah sembuh, Malala melanjutkan perjuangannya. Ia berbicara di PBB, di Universitas Harvard, bertemu Ratu Elizabeth dan berdiskusi dengan Barrack Obama mengenai hak untuk mendapatkan pendidikan.

Tahun 2014, Malala dianugerahi Nobel Perdamaian karena perjuangannya membela hak-hak anak di mana pun mereka berada. Di usia 17 tahun, Malala menjadi peraih termuda Nobel Perdamaian. “When the whole word is silent, even one voice becomes powerfull.” (Goalcast)

 

 

(Reko Alum\Reko Alum)
Share:


Berita Terkait

Komentar