Bos Krakatau Steel: Transformasi, Jalan Keluar Atasi Persoalan

Jum'at, 12/07/2019 14:25 WIB
PT Krakatau Steel (foto: Warta Ekonomi)

PT Krakatau Steel (foto: Warta Ekonomi)

Jakarta, law-justice.co - Direktur Utama PT Krakatau Steel Silmy Karim mengungkapkan bahwa transformasi merupakan cara untuk mengatasi persoalan yang selama ini membelit perusahaan pelat merah tersebut. Salah satu langkahnya adalah proses restrukturisasi yang sedang ia jalankan.

Silmy yang ditunjuk sebagai Dirut perusahaan yang bergerak di industri baja pada 6 September 2018 ini, telah melakukan berbagai perubahan, mulai dari budaya perusahaan, mindset, operasional, proses bisnis, dan model bisnisnya. Strategi tersebut dijalankan untuk meningkatkan kinerja, produksi, dan daya saing perusahaan.

Sekadar informasi, sebelum di Krakatau Steel, Silmy terbilang berhasil memuluskan upaya transformasi di dua perusahaan pelat merah lainnya, yaitu PT Barata Indonesia (Persero) dan PT Pindad (Persero). Kini pria kelahiran Kota Tegal, 19 November 1974 itu kembali mendapat kepercayaan untuk menjalankan transformasi pada Krakatau Steel.

Penugasannya kali ini bisa dibilang lebih berat dan menantang. Bagaimana tidak? Selama 7 tahun berturut-turut Krakatau Steel terus mencatatkan kerugian. Belum lagi perusahaan juga harus menghadapi ketatnya persaingan industri baja dalam negeri yang membuat tugasnya jauh lebih menantang.

Meski memiliki pengalaman melakukan transformasi pada perusahaan pelat merah, Silmy mengungkapkan metode yang digunakan untuk penyelamatan Krakatau Steel berbeda dengan metode yang digunakannya ketika memimpin Pindad dan Barata.

“Setiap perusahaan memiliki obat yang berbeda, tidak bisa sama obatnya. Dengan demikian, metode yang digunakan pun harus berbeda dalam menyelesaikan persoalannya,” ujarnya.

Silmy mengatakan, transformasi dilakukan sebagai jalan keluar atas persoalan yang selama ini membelit perusahaan pelat merah yang bergerak di industri baja tersebut. Salah satu langkah dari transformasi adalah proses restrukturisasi yang saat ini dijalankan.

 

Dirut Krakatau Steel Silmy Karim (foto: Detik)

“Sebagai pimpinan, saya menyadari bahwa kami tidak bisa melakukan hal yang sama, tetapi mengharapkan hasil yang lebih baik. Untuk menghasilkan kinerja yang lebih baik, kami harus bisa mengubah diri melalui transformasi,” ucapnya.

Untuk meningkatkan kinerja perusahaan, dia juga memasukkan unsur digitalisasi yang bisa menopang kegiatan operasional dan bisnis perusahaan menjadi lebih efisien.

Gaya Kepemimpinan

Berkaitan dengan gaya kepemimpinannya, Silmy menggambarkannya sebagai seorang strong leadership. Sebagai seorang pemimpin, dia selalu berupaya mengambil keputusan dengan cepat, tetapi tetap mengacu pada perundang-undangan dan norma yang berlalu.

Dalam pengambilan keputusan, Silmy juga selalu berkomunikasi dengan seluruh jajarannya. Para pegawainya diberikan kesempatan untuk memberikan masukan sebelum membuat sebuah keputusan. Hal itu dilakukan agar keputusan yang diambil bisa dilaksanakan secara optimal.

Silmy mengaku banyak mempelajari kisah kepemimpinan tokoh-tokoh hebat di Indonesia seperti Jenderal Sudirman, Bung Karno, dan sosok-sosok lainnya yang pernah menjadi pimpinannya. Pria kelahiran Tegal ini mengaku hanya mengambil sisi positif dari setiap sosok-sosok pimpinan tersebut.

Sebagai seseorang yang kariernya pernah bersinggungan dengan bidang pertahanan, Silmy mengungkapkan bahwa gaya kepemimpinannya juga sedikit memiliki pengaruh militer.

“Meskipun demikian, tidak selalu perlakuan dan pandangan saya menggunakan pendekatan militer,” ucapnya.

Sumber: Bisnis Indonesia

(Tim Liputan News\Rin Hindryati)
Share:


Berita Terkait

Komentar