Rekonsiliasi Tidak Ada Urusan dengan Rizieq

Jum'at, 12/07/2019 14:50 WIB
Luhut Binsar Pandjaitan Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman (ist)

Luhut Binsar Pandjaitan Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman (ist)

Jakarta, law-justice.co - Partai Gerindra memberikan syarat rekonsiliasi dari kubu Prabowo Subianto berupa pemulangan Imam Besar Front Pembela Islam (FPI) Habib Rizieq Shihab dan pembebasan para tokoh pendukung Capres nomor urut 02 dari penjara. Persyaratan ini langsung ditolak dan mendapat reaksi keras dari kubu petahana, khususnya Luhut Binsar Pandjaitan.

Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman, Luhut Binsar Pandjaitan menyebut syarat rekonsiliasi yang diajukan kubu Prabowo-Sandi tidak ada sangkut pautnya dengan pemulangan Habib Rizieq.

"Apa urusannya dengan Pak Rizieq?" kata Luhut ditemui di Kemenko Kemaritiman Jakarta, Rabu (10/7/2019).

Luhut pun meminta agar isu mengenai rekonsiliasi tidak dibuat menjadi ramai. Pasalnya, menurut dia, rekonsiliasi telah dilakukan setiap hari.

"Apa itu, rekonsiliasi kan tiap hari rekonsiliasi. Jangan dibikin jadi kabar ramai," katanya seperti dikutip dari Harianterbit.com.

Luhut pun kembali menyampaikan bahwa Presiden Jokowi masih dalam posisi selalu bersedia jika dipertemukan dengan Prabowo.

"Presiden berkali-kali bilang, beliau kan mau-mau saja. Enggak ada masalah. Sekarang beliau tetap di posisi `Ya silakan mau apa saja`," kata Luhut.

Sebelumnya, mantan Koordinator Juru bicara BPN Prabowo-Sandi, Dahnil Anzar Simanjuntak menyebut rekonsiliasi antara Jokowi dan Prabowo dapat dimulai dengan memulangkan Habib Rizieq.

Hal sama disampaikan Sekretaris Jenderal DPP Partai Gerindra, Ahmad Muzani. Pihaknya tidak menyangkal bahwa salah satu syarat rekonsiliasi antara kubu Prabowo dan Jokowi adalah pemulangan Rizieq Shihab dan pembebasan para tokoh yang ditahan Kepolisian.

"Ya keseluruhan bukan hanya itu (pemulangan Rizieq) kan beberapa waktu lalu banyak ditahan-tahanin ratusan orang," kata Muzani di Kompleks Parlemen, Jakarta, Selasa (9/7/2019).

Dia menilai, dengan langkah pemulangan Habib Rizieq dan pembebasan para tokoh, diharapkan ketegangan di tengah masyarakat menjadi mengendor sehingga gesekan tidak ada lagi.

Muzani mengatakan tidak ada syarat lain yang diajukan pihaknya kepada Jokowi, selain pemulangan Rizieq dan pembebasan sejumlah orang yang ditahan karena perbedaan pandangan politik di Pemilu 2019.

"Tidak ada (syarat lain), pokoknya yang penting adalah bagaimana perbedaan paham, perbedaan pandangan perbedaan pilihan di masyarakat kemudian menjadi sesuatu yang cair," ujarnya.

(Gisella Putri\Editor)
Share:


Berita Terkait

Komentar