Lika-liku Keluarga Pengubah Perusahaan Mie jadi Produsen Ponsel

Jum'at, 12/07/2019 13:00 WIB
Lee Kun Hee, pemilik Samsung Group (YouTube)

Lee Kun Hee, pemilik Samsung Group (YouTube)

Jakarta, law-justice.co - Hidup bergelimang harta itu tidak menjamin kebahagiaan. Kalimat itu cocok untuk menggambarkan jatuh bangunnya kehidupan Lee Kun Hee, pemilik perusahaan Samsung yang merupakan orang terkaya di Korea Selatan.

Lee Kun Hee menduduki peringkat satu di daftar orang paling kaya di Korea Selatan versi Forbes. Saat ini, ia memiliki kekayaan sebanyak US$ 16,8 miliar atau setara Rp 234 triliun.

Namun, kehidupan pria 77 tahun itu tidak luput dari tantangan dan cobaan. Ia banyak mengalami masalah dalam bisnis, kesehatan, dan juga keluarga.

Melansir dari CNBC Indonesia, Lee pertama kali memimpin Samsung pada tahun 1987, setelah ayahnya, Lee Byung-Chull yang merupakan pendiri Samsung, meninggal. Perusahaan yang didirikan pada tahun 1938 dengan nama yang memiliki arti tiga bintang ini, dulunya adalah perusahaan mie biasa.

Namun, berkat berbagai strategi yang dijalankan, kini Samsung telah menjadi salah satu perusahaan dengan kapitalisasi pasar terbesar di dunia. Saat ini, Samsung memiliki sejumlah perusahaan induk dan anak perusahaan yang disatukan dengan nama merek Samsung. Samsung Group adalah konglomerat terbesar Korea Selatan.

Dalam kehidupan bisnis, Lee pernah mengalami masalah hukum sebanyak dua kali.

Pada tahun 1996, Lee Kun-hee dihukum karena membayar suap kepada mantan presiden Chun Doo-hwan dan Roh Tae-woo. Namun, menurut The Verge, ia diampuni oleh Presiden Kim Young-sam pada 1997.
 
Pada 2007, Kepala pengacara Samsung Kim Yong-chul memberi tahu pemerintah tentang dana suap Lee Kun-hee. Kim Yong-chul mengatakan kepada para pejabat bahwa dana gelap milik Lee Kun-hee diduga digunakan eksekutif untuk menyuap jaksa, hakim, dan tokoh politik di Korea Selatan. Namun, ia kembali mendapat pengampunan presiden.

Lee Kun-hee memiliki tiga putri dan seorang putra. Salah satu putrinya, yang paling bungsu, Lee Yoon-hyung melakukan bunuh diri pada tahun 2005 lalu.
 
Kemudian, putra satu-satunya, Lee Jae-yong bercerai pada 2009; sementara putri sulungnya yang bernama Lee Boo-jin, pimpinan di Hotel Shilla, juga berpisah dari suaminya pada tahun 2016.

Pada pertengahan tahun 2014, Lee Kun-hee mengalami serangan jantung. Dua tahun setelahnya, pada 2016, media Korea menuduh Lee Kun-hee terlibat dalam kasus prostitusi sebelum ia lumpuh pada tahun 2014.

Sejak dikabarkan terkena serangan jantung pada 2014, belum ada kabar terkini soal kondisi kesehatannya.

Lee Jae-yong menjabat sebagai Vice Chairman Samsung Electronics semenjak Lee Kun-hee jatuh sakit.

Lalu pada 2017, Lee Jae-yong dipenjara setelah dinyatakan bersalah melakukan korupsi. Lee Jae-yong dituduh melakukan penyuapan, penggelapan, dan sumpah palsu. Kasus itu terkait skandal yang menyeret pemakzulan terhadap Presiden Korsel, Park Geung-hye.

Dia awalnya dijatuhi hukuman lima tahun penjara tetapi dibebaskan pada tahun 2018 setelah pengadilan banding membatalkan putusan ini dan memberinya hukuman percobaan.

Baru-baru ini, Lee Boo-jin diberitakan telah memakai obat-obatan terlarang, propofol. Mengutip Korea News Plus, propofol merupakan obat penenang yang diklasifikasikan sebagai obat psikotropika.

(Gisella Putri\Editor)
Share:


Berita Terkait

Komentar