Kasus Perusakan Barang Bukti Skandal Pengaturan Skor

JPU Tuntut Joko Driyono 2,5 Tahun Penjara

Kamis, 04/07/2019 19:50 WIB
Mantan Plt Ketua Umum PSSI Joko Driyono (Breakingnews.co.id)

Mantan Plt Ketua Umum PSSI Joko Driyono (Breakingnews.co.id)

Jakarta, law-justice.co - Joko Driyono, mantan pelaksana tugas (Plt) Ketua Umum PSSI yang menjadi terdakwa kasus perusakan barang bukti terkait skandal pengaturan skor mendapat tuntutan 2,5 tahun penjara dari jaksa penuntut umum (JPU) Pengadilan Negeri Jakarta Selatan.

"Menyatakan bahwa terdakwa terbukti secara sah dan meyakinkan bersalah. Menjatuhkan pidana terhadap terdakwa selama dua tahun dan enam bulan," ujar JPU Agung Feri P Ekawirya, Kamis (4/7/2019).

Dalam tuntutannya Joko Driyono telah melanggar pasal 235 jo pasal 233 jo pasal 55 ayat (1) ke-1 KUHP tentang menghancurkan, merusak, membuat tidak dapat dipakai, menghilangkan barang-barang yang digunakan untuk meyakinkan atau membuktikan sesuatu di muka penguasa yang berwenang.

Melansir dari Antara, tuntutan tersebut sudah berdasarkan pertimbangan hal yang memberatkan dan meringankan. Untuk memberatkan perbuatan terdakwa dianggap telah menghambat kinerja Satgas Mafia Bola.

Sedangkan yang meringankan terdakwa telah berlaku sopan selama persidangan, berterus terang, dan mengakui perbuatannya.

Dalam perkara ini, Joko Driyono ditetapkan sebagai tersangka perusakan barang bukti kasus pengaturan skor sejak pertengahan Februari 2019 lalu. Penetapan itu diawali dengan laporan mantan Manajer Persibara Banjarnegara, Lasmi Indaryani pada 16 Desember 2018.

(Gisella Putri\Editor)

Share:




Berita Terkait

Komentar