Perang Dagang

Tensi Panas Akan Warnai Pertemuan Trump dan Xi Jinping di KTT G20

Rabu, 26/06/2019 19:32 WIB
Trump-Xi (latimes.com)

Trump-Xi (latimes.com)

Jakarta, law-justice.co - Konferensi tingkat tinggi (KTT) G20 di Jepang pada akhir pekan ini akan mempertemukan dua pemimpin negara yang sedang bersaing ketat dalam perdagangan global, yakni Presiden Amerika Serikat Donald Trump dan Presiden Xi Jinping. Hubungan diplomatis kedua pemimpin yang semakin memburuk ini masih membayang-bayangi banyak negara lain yang terdampak besar oleh perang dagang.

Banyak yang mengatakan KTT G20 ini akan membahas berbagai kekhawatiran negara-negara di dunia terkait perdagangan, konflik, dan minyak. Selain itu, berbagai pengamat juga menilai kecil kemungkinan perang agang Amerika Serikat-China akan selesai dalam waktu dekat.

Banyak negara anggota G20 merasa berkepentingan dengan hasil yang dicapai dari pertemuan Trump-Xi karena perselisihan dagang AS-China telah mengganggu rantai pasokan global, membuat pertumbuhan ekonomi dunia menjadi lambat serta memicu bank sentral beberapa negara anggota memutuskan untuk menurunkan suku bunga.

Namun, sejumlah negara lainnya menunjukkan keresahan bahwa konflik dagang tersebut bisa membayangi upaya-upaya untuk menangani berbagai masalah internasional.

Sengketa dagang antara China dan AS adalah masalah "serius", tapi jangan sampai "menyandera suatu badan multilateral", kata Presiden Prancis Emmanuel Macron seperti dikutip dari Reuters.

Trump dijadwalkan tiba di Kota Osaka di Jepang barat hanya satu minggu setelah ia membatalkan serangan udara balasan terhadap Iran setelah satu pesawat nirawak milik AS ditembak jatuh oleh Teheran. Ancaman soal konflik Timur Tengah telah membuat harga minyak dunia naik.

Pemimpin Rusia dan Arab Saudi, yang sama-sama adalah anggota G20, juga akan hadir pada KTT selama dua hari yang akan dimulai pada Jumat (28/6/2019).

Kemudian pada 1 Juli dan 2 Juli, Organisasi Negara-negara Pengekspor Minyak Bumi (OPEC) akan menggelar pertemuan untuk membahas kebijakan produksi minyak.

AS dan China telah saling memberlakukan tarif impor senilai miliaran dolar AS dalam perang dagang, yang kini telah berlangsung hampir satu tahun, meskipun mereka telah berupaya membuat kesepakatan perdagangan yang lebih luas.

Pertemuan Trump dan Xi kemungkinan akan berlangsung pada Sabtu (29/6). Trump akan melihat bagaimana posisi Beijing dan merasa siap dengan apa pun yang akan dihasilkan dari pertemuan tersebut, kata seorang pejabat tinggi AS.

(Gisella Putri\Editor)
Share:


Berita Terkait

Komentar