Prancis Ancam Iran untuk Tak Langgar Kesepakatan Nuklir 2015

Rabu, 26/06/2019 07:31 WIB
Fasilitas nuklir Iran (Foto: Bulletin of the Atomic Scientists)

Fasilitas nuklir Iran (Foto: Bulletin of the Atomic Scientists)

Iran, law-justice.co -  Prancis memperingatkan Iran agar melanggar kesepakatan nuklir 2015 yang bisa menjadi persoalan serius, dan bahwa Prancis, Inggris, serta Jerman menjelaskan kepada Teheran bahwa pelanggaran itu tidak akan menguntungkan, Selasa (25/6).   

Iran akan mengambil langkah baru untuk mengurangi tanggung jawab mereka dalam kesepakatan nuklir dengan negara-negara berkekuatan besar pada 7 Juli mendatang, menurut Sekretaris Dewan Keamanan Nasional Iran Ali Shamkhani.

"Iran telah mengumumkan maksudnya untuk tidak selalu patuh terhadap Kongres Wina, khususnya untuk persediaan uranium pengayaan rendah dari gas yang diizinkan. Mereka mengumumkan inisiatif ini untuk waktu mendatang," kata Menteri Luar Negeri Prancis Jean-Yves Le Drian kepada parlemen.

Dia menambahkan, "Pelanggaran Iran ini akan menjadi kesalahan serius dan merupakan respons yang buruk terhadap tekanan yang diberikan oleh Amerika Serikat (AS)."

Le Drian mengatakan negara-negara Eropa penandatangan kesepakatan nuklir yaitu Prancis, Inggris, dan Jerman, bersatu untuk memberi tahu Iran bahwa pelanggaran komitmen nuklir tidak akan menguntungkan negara tersebut. Ia juga mengatakan ketiga negara sedang bersama-sama berusaha menurunkan ketegangan. 

Tiga diplomat mengatakan kepada Reuters pada Senin (24/6) bahwa kekuatan Eropa telah mengajukan inisiatif politik berupa pada 22 Juni. 
 
Dua di antara mereka menyebut komunikasi itu ditujukan untuk memperingatkan Iran secara khusus agar tidak mengurangi tanggung jawab negara itu dalam kesepakatan.

"Kesepakatan ini adalah penjamin terbaik bagi stabilitas di seluruh wilayah...karena penyebaran senjata adalah risiko utama dan hingga kini kami percaya bahwa Iran menghormati tanggung jawabnya," kata Le Drian.

Sebagiamana yang dilansir dari Antara, memperingatkan bahwa keputusan AS untuk menambahkan sanksi terhadap pemimpin tertinggi dan mungkin menteri luar negeri Iran bisa "mengacaukan".

AS menarik diri dari kesepakatan nuklir pada tahun lalu dan kembali menerapkan sanksi terhadap Iran. Sementara itu, Iran menyatakan negaranya bermaksud untuk tetap berada dalam kesepakatan namun tidak bisa melakukannya, sampai batas waktu yang belum ditentukan, kecuali negara-negara Eropa bisa melindungi Iran dari sanksi AS.

(Rois Haqiqi\Editor)
Share:


Berita Terkait

Komentar