Pakar Politik: Anies dan Emil Bisa Curi Panggung 2024

Selasa, 25/06/2019 00:45 WIB
Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil dan Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan (sevensportainment.com)

Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil dan Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan (sevensportainment.com)

Jakarta, law-justice.co - Pengamat Politik dari Universitas Padjajaran, Idil Akbar menilai semua gerak-gerik Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan dan Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil akan selalu menjadi pusat perhatian seluruh masyarakat Indonesia. Hal ini karena Anies sudah dianggap sebagai barometer politik nasional, sedangkan Emil menjadi pemimpin dari kawasan yang berjumlah penduduk terbesar di Tanah Air.

Oleh karena itu, Idil menyarankan kepada keduanya untuk tetap tenang dalam menghadapi segala masalah yang terjadi karena setiap langkah mereka benar-benar diperhatikan. Semisal Anies harus tetap bersikap tenang dalam menghadapi kontroversi izin mendirikan bangunan (IMB) reklamasi.

“Menurut saya santai saja. Saya yakin dia paham betul dinamika politik yang terjadi. Apa lagi dia (Anies) di Jakarta, jelas sebagai barometer politik di Indonesia. Apapun yang dilakukan oleh Anies, itu pasti akan jadi barometer,” kata Idil, Senin (24/6/2019).

Menurut dia, apapun yang dilakukan oleh Anies pasti akan menjadi barometer sama seperti Gubernur Jawa Barat, Ridwan Kamil. Meskipun bukan sebagai barometer, tapi Jawa Barat jumlah penduduk yang besar di Indonesia.

“Maka orang akan selalu menghubungkan dengan penduduk Jawa Barat yang sangat strategis dalam Pemilu. Maka, Ridwan Kamil saya menyakini memahami konsekuensi politik pada dirinya. Anies juga seperti itu dalam posisi gubernur, dia di posisi dimana dalam politik nasional,” ujarnya.

Melansir dari Antara, Idil menambahkan Anies tak lepas dari radar politik nasional, karena tinggal sisa-sisa politik terkait dukungan terhadap pasangan calon presiden dan wakil presiden 2019 kemarin. Memang, kebetulan Anies dalam konteks ini berada dalam kubunya Prabowo Subianto-Sandiaga Salahuddin Uno.

“Ridwan Kamil juga berada kubu 01 di Jawa Barat dia habis gara-gara dukungannya ke 01. Menurut saya itu bagian dari dinamika politik, mau tidak mau harus dihadapi. Kalau kita menghubungkan bisa saja, secara politik kemungkinan (Anies) untuk maju (pemilu 2024) itu ada,” kata Idil.

(Gisella Putri\Editor)
Share:


Berita Terkait

Komentar