60 Persen Kesehatan Jamaah Haji Indonesia Berisiko Tinggi

Rabu, 12/06/2019 19:45 WIB
Jamaah Haji asal Indonesia Berthawaf Wada di Masjidil Haram ( foto : amicaletravel.com)

Jamaah Haji asal Indonesia Berthawaf Wada di Masjidil Haram ( foto : amicaletravel.com)

Jakarta, law-justice.co - Kepala Pusat Kesehatan Haji Kementerian Kesehatan Eka Jusup Singka menyatakan kondisi kesehatan jamaah haji Indonesia yang berisiko tinggi jumlahnya konstan dari tahun. Jumlahnya menurut dia tak sedikit, karena melebihi setengah jemaah haji, yakni 60 persen.

"60 persen jamaah kita risiko tinggi, itu fakta, kondisi kesehatan masyarakat kita," kata Eka di Kementerian Kesehatan Jakarta, Rabu (11/6/2019) seperti dikutip Antara.

Menurut Eka, angka jamaah berisiko tinggi cenderung stagnan dan tak ada kenaikan dan penurunan dari tahun ke tahun.

Namun pada penyelenggaraan haji Indonesia tahun 2018 jumlah korban meninggal berkurang drastis yakni sampai 50 persen.

Eka mengatakan petugas penyelenggara ibadah haji dipaksa harus bisa memberikan pelayanan yang lebih baik untuk menekan angka kematian, sementara jumlah jamaah risiko tinggi tidak pernah berkurang.

Program promosi kesehatan dan pencegahan langsung dengan petugas yang turun ke lapangan secara langsung, menurut Eka, efektif untuk menghindari angka kesakitan lebih lanjut selama proses ibadah haji.

Di samping itu juga pelayanan yang diberikan oleh pemerintah Indonesia dari berbagai aspek penyelenggaraan haji juga semakin membaik dari tahun ke tahun.

Eka menyebut perbaikan dalam penyelenggaraan haji Indonesia membutuhkan komitmen politik yang kuat oleh pemerintah agar jumlah jamaah sakit dan meninggal saat melaksanakan ibadah haji bisa terus berkurang.

(Gisella Putri\Editor)
Share:


Berita Terkait

Komentar