Cerutu Penaut Fidel Castro-Dizzy Gillespie

Rabu, 05/06/2019 17:20 WIB
Raksasa Jazz sahabat Castro, Dizzy Gillespie (foto: GettyImage)

Raksasa Jazz sahabat Castro, Dizzy Gillespie (foto: GettyImage)

Jakarta, law-justice.co - Amerika Serikat boleh saja melaknat-mengutuk Fidel Castro-Che Guevara dan Kuba.  Tapi seorang Dizzy Gillespie tidak demikian; malah sebaliknya. Di saat hubungan AS-Kuba sangat memburuk pun (krisis Teluk Babi tahun 1962, setelah terbongkar komplotan orang Kuba yang dibiayai Washington untuk mendongkel Fidel Castro) ia tetap menjalin hubungan baik dengan  musisi negeri penghasil cerutu itu.

Lantas apakah pemusik yang kedua pipinya senantiasa menggelembung besar saat meniup trompet mautnya tersebut bukan warga negara AS yang baik,  untuk tak mengatakan anasionalis? Tidak juga. Hanya saja bagi dia musik itu [baca: jazz] melampaui ikatan kebangsaan.

Jauh sebelum krisis Teluk Babi,  Gillespie telah berikatan erat dengan musisi Kuba. Tepatnya, di tahun  1940-an ia sudah berkoloborasi berkat perkawanannya dengan penabuh konga kenamaan,  Chano Pozo. Kelak, relasinya dengan maestro Kuba itu akan seumur hidup.

Gillespie berjasa besar dalam mengenalkan jazz Kuba—sebutannya: Afro-Cuba—ke seluruh dunia. Di tahun 1945 dialah yang memasukkan unsur ini ke dalam adonan jazz Amerika. Tapi pada sisi lain ia juga berutang budi ke Afro-Cuba. Sebab? Aliran bebop yang dipeloporinya bersama saksofonis raksasa Charlie Parker itu  sarat nuansa jazz Kuba-nya. Jadi, impas sebenarnya.

Dia pula yang memunculkan para bintang jazz Kuba ke panggung global. Salah satunya adalah Arturo Sandoval, trumpetis berbakat yang  diketemukannya saat tur di sana tahun 1977. Arturo yang pernah kutonton di panggung JakJazz Jakarta tahun 1995 kini termasuk maha bintang jazz dunia.

‘Film Night in Havana’ (1989) merupakan salah satu rekam jejak kedekatan Gillespie dengan tanah Kuba. Karya layar lebar ini dibuat waktu  ia diundang meramaikan Festival Jazz Internasional Havana ke-5. Selain bermusik dengan Arturo Sandoval dkk.,  di film ini juga ada adegan ia bercerutu ria dengan kamrad lawasnya, Fidel Castro.

Fidel Castro meninggal hari ini sedangkan Gillespie yang lahir Oktober 1917 tutup usia pada 6 Januari 1993. Berakhir sudahkah cerita percerutuan mereka? Entahlah. 

(P. Hasudungan Sirait\P. Hasudungan Sirait)
Share:


Berita Terkait

Komentar