Sebuah Video CCTV Ungkap Dugaan Pembagian Uang pada Aksi 22 Mei

Senin, 27/05/2019 16:40 WIB
Mobil ambulans milik Partai Gerindra yang diduga membawa batu saat aksi 22 Mei 2019 (Foto: Melek Politik)

Mobil ambulans milik Partai Gerindra yang diduga membawa batu saat aksi 22 Mei 2019 (Foto: Melek Politik)

Jakarta, law-justice.co - Sebuah video yang merekam gambar adanya aktivitas kerumunan orang di dekat ambulans viral di media sosial. Dalam video, ambulans tancap gas dan kerumunan orang tersebut berlari usai ambulans pergi. Video tersebut tertulis rekaman CCTV dari arah Bali Tower. Video itu dilengkapi narasi pembagian amplop kepada perusuh pada 22 Mei 2019, pukul 01.57 WIB. Pembuat video itu menulis amplop uang diangkut menggunakan mobil ambulans Gerindra.

"Ya, sudah (diketahui). Nanti akan dirilis," kata Karo Penmas Divisi Humas Polr Brigjen Dedi Prasetyo, Senin (27/5/2019).

Dedi menuturkan video tersebut akan dijadikan petunjuk untuk mengungkap penyebab terjadinya kerusuhan pada 22 Mei 2019 lalu. "Itu akan dijadikan petunjuk dalam rangka mengungkap peristiwa itu," ujar Dedi.

Sebelumnya diberitakan, polisi telah memetakan pihak-pihak yang menjadi provokator dalam aksi 22 Mei dini hari. Ada sebuah ambulans dengan logo parpol berisi batu untuk menyuplai `amunisi` rusuh.

"Ada satu ambulans. Ada partainya. Penuh dengan batu dan alat-alat," ujar Kadiv Humas Polri Irjen M Iqbal dalam konferensi pers di Kemenko Polhukam, Rabu (22/5).

Namun Iqbal tidak menyampaikan parpol apa yang dimaksud. Ternyata ambulans yang dimaksud adalah ambulans berlogo Partai Gerindra.

"Iya betul (milik Gerindra, red)," kata Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Argo Yuwono saat dimintai konfirmasi pada kesempatan yang berbeda.

Argo mengatakan mobil ambulans itu diamankan saat polisi membubarkan massa. Saat dicek, ambulans tersebut membawa sejumlah batu.

"Isinya ya ada batu-batu," imbuh Argo.

Belum diketahui secara pasti apakah ambulans ini merupakan ambulans yang sama dengan ambulans Gerindra yang diamankan polisi. Terkait ambulans dalam aksi tersebut, Organisasi sayap Gerindra, Kesehatan Indonesia Raya (Kesira) menjelaskan soal ambulans yang diamankan terkait kerusuhan 22 Mei 2019. Dia mengatakan ambulan itu dipinjamkan kepada pihaknya untuk pelayanan kesehatan.

"Akhir tahun 2011 ambulans tersebut dipinjamkan kepada kami. Tujuan PT Arsari Pratama meminjamkan ini untuk mendukung program pelayanan kesehatan Partai Gerindra melalui Kesira," kata Ketua Umum Kesira, Benny Octavianus, dalam keterangan tertulis, Minggu (26/5/2019).

Dia menjelaskan mobil ambulans gratis yang diberikan pihaknya hanya untuk kebutuhan medis masyarakat yang memang menjadi program Kesira. Program itu antara lain, klinik keliling, ambulans gratis, seminar antinarkoba dan aneka bakti sosial lainnya.

"Dan mobil ambulans Kesira yang tersebar di seluruh Indonesia sudah sejak 2011. Ambulans gratis ini ternyata sudah membantu atau memberikan layanan lebih dari jutaan rakyat di seluruh Indonesia. Setiap hari sejak tahun 2011, ambulans itu selalu memberi layanan gratis," ujarnya.

Sumber: detikcom

 

(Gisella Putri\Editor)
Share:


Berita Terkait

Komentar