Riset Moody: Pertumbuhan Ekonomi Indonesia Kemungkinan Turun 5%

Selasa, 14/05/2019 14:30 WIB
Ilustrasi pertumbuhan ekonomi (Gatra.com)

Ilustrasi pertumbuhan ekonomi (Gatra.com)

Jakarta, law-justice.co - Lembaga pemeringkat internasional Moody’s Investor Service dalam laporan tahunan terbarunya pada Rabu (13/2) menyebut pertumbuhan ekonomi Indonesia kemungkinan turun di bawah 5 persen pada periode 2019-2020.

Penurunan tersebut terjadi lantaran arus alokasi pengeluaran pemerintah Indonesia yang lebih moderat dan melambatnya laju pembangunan infrastruktur.

Tapi, tingkat pertumbuhan ekonomi yang dilihat dari pendapatan domestik bruto (PDB) ini masih lebih kuat dibandingkan dengan rata-rata negara yang sama-sama mendapatkan peringkat Baa2 atau prospek stabil dari Moody’s.

Peringkat tersebut juga menunjukkan bahwa Indonesia merupakan negara yang layak untuk dijadikan tujuan investasi.

“Perekonomian Indonesia tidak begitu terkena dampak perlambatan perdagangan global jika dibandingkan dengan perekonomian negara-negara lain di kawasan Asia Pasifik meskipun pelemahan harga komoditas global akan memperberat pertumbuhannya,” demikian dinyatakan oleh Moody’s.

Hal ini berhasil tercapai karena adanya disiplin fiskal yang dilakukan oleh pemerintah Indonesia yang pada akhirnya bermuara pada mengecilnya defisit anggaran dan beban utang yang rendah.

Namun, di balik pencapaian tersebut menurut Moody’s masih ada hal yang perlu diwaspadai oleh pemerintah Indonesia.

“Porsi kepemilikan asing yang signifikan di obligasi pemerintah membuat Indonesia terdampak arus modal yang bergejolak, khususnya yang berkaitan dengan ekspektasi mengenai kondisi moneter global yang kian ketat,” tutup Moody’s. (Sumber: Kompas.com)

 

(Gisella Putri\Editor)
Share:


Berita Terkait

Komentar