Jelang Peluncuran Galaxy Fold

Sejumlah Pengulas Keluhkan Daya Tahan Gawai Layar Lipat Samsung

Senin, 22/04/2019 18:37 WIB
Tampilan kerusakan layar Samsung Galaxy Fold (twitter markgurman)

Tampilan kerusakan layar Samsung Galaxy Fold (twitter markgurman)

law-justice.co - Sejumlah pengulas teknologi mengeluhkan produk Samsung yang baru saja diluncurkan, Galaxy Fold. Alasannya, gawai yang memiliki layar yang dapat dilipat ini terbukti tak cukup kuat ketika berada dalam mode tablet sehingga mudah rusak hanya beberapa hari setelah digunakan.

“Layar Galaxy Fold yang saya pakai untuk mengujicoba produk ini rusak total dan tidak dapat dipakai setelah dua hari digunakan. Saya tidak tahu (apakah kelemahan ini) sudah tersebar luas atau tidak,” kata Mark Gurman seorang pengulas teknologi dari Bloomberg.

Ia juga mengatakan terdapat beberapa foto di Twitter yang memperlihatkan bagaimana layar gawai ini rusak telah plastik film pelindungnya dilepaskan. Sementara pengulas lain dari The Verge, Dieter Bohn  mengatakan perangkat yang digunakannya memiliki tonjolan kecil yang diperkirakan sebagai engsel yang rusak.

Laporan-laporan yang masuk ihwal kelemahan Galaxy Fold telah menyebabkan kebingungan di kalangan investor.  Seperti dilaporkan CNN Business, hal ini menyebabkan saham Samsung anjlok hingga 3 persen di bursa Seoul pekan lalu. Untuk, perusahaan elektronik asal Korea Selatan itu, segera melakukan inspeksi untuk memeriksa penyebab kerusakan produk gawai anyar ini.

“Setelah menerima beberapa laporan tentang masalah-masalah di gawai  yang disedikan untuk kepentingan pengulasan teknologi, perusahaan ingin memeriksa unit-unit yang dipakai oleh pihak-pihak yang mengujicoba produk ini dan mencari penyebabnya,” kata seorang juru bicara Samsung.

Ia juga menambahkan, beberapa pengulas dilaporkan telah melepaskan lapisan pelindung  layar yang menyebabkan kerusakan. Hal inilah yang ingin dipastikan agar informasi yang tersebar ke pelanggan menjadi terang.

Meskipun  komplain  bermunculan, Samsung mengklaim Galaxy Fold  penjualan produk  via laman perusahaan itu telah ludes tak bersisa. Sekarang hanya waktu yang akan menjawab apakah komplain itu akan memengaruhi penjualan produk berharga 1.980 Dollar AS (sekitar Rp 27,8 juta)  itu ke depannya. (qrcodepress)

(Teguh Vicky Andrew\Editor)
Share:


Berita Terkait

Komentar