Kebakaran Hebat Landa Katedral Notre Dame Paris

Selasa, 16/04/2019 01:17 WIB
Katedral Notre Dame Paris, Perancis terbakar pada Senin (15/4/2019) sore (Foto: Twitter)

Katedral Notre Dame Paris, Perancis terbakar pada Senin (15/4/2019) sore (Foto: Twitter)

Jakarta, law-justice.co - Kebakaran hebat melanda Gereja Katedral Notre Dame di pusat kota Paris, Prancis, Senin (15/4) sore. Polisi mengatakan kebakaran itu mungkin terkait dengan proyek renovasi yang sedang berlangsung di puncak gereja.

Pemadan kebakaran dilaporkan masih berjuang memadamkan api di Katedral Notre Dame yang juga menjadi ikonik di ibukota Prancis.

Api menyembur keluar dari atap di belakang bagian tengah katedral ke-12, salah satu landmark yang paling banyak dikunjungi di dunia.

Mengutip Chicagotribun, pemadam kebakaran Paris mengatakan kebakaran itu kemungkinan besar terkait dengan proyek renovasi di puncak gereja sebesar USD6,8 juta.

Presiden Prancis Emmanuel Macron telah menunda pidato yang disiarkan televisi ke negara itu karena kebakaran itu.

Pidato pra-rekaman Macron dijadwalkan tayang Senin malam di TV Prancis. Macron diperkirakan akan menyusun rencananya untuk mengatasi keluhan warga yang menimbulkan protes rompi kuning yang mengguncang Prancis sejak November.

Pemandangan itu menghentikan pejalan kaki di jalur mereka di sepanjang Sungai Seine, yang lewat di bawah katedral.

Tidak jelas apakah ada yang terluka dalam kebakaran itu.

Kepolisian Paris dalam sebuah tweet meminta warga untuk menghindari daerah itu dan memberi jalan bagi kendaraan penyelamat. Wali Kota Paris, Anne Hidalgo dalam tweet-nya menggambarkannya sebagai "api yang mengerikan".

Gereja Notre Dame merupakan bangunan kuno yang dibangun pada 1163 pada masa pemerintahan Lois VII. Katedral direnovasi besar-besaran pada tahun 1845. Katedral ini termasuk salah satu gereja roman katolik yang terkenal di seluruh dunia. Luas total bangunnanya mencapai 6.144 meter persegi.

Kebakaran hebat melanda Gereja Katedral Notre Dame di pusat kota Paris, Prancis, Senin (15/4) sore.

(Marselinus Gual\Editor)
Share:


Berita Terkait

Komentar