Gempa Tektonik M 4,5 SR Guncang Waingapu NTT

Senin, 15/04/2019 14:47 WIB
Ilustrasi gempa (Foto: Berita Center)

Ilustrasi gempa (Foto: Berita Center)

Kupang, law-justice.co - Gempa bumi tektonik berkekuatan magnitudo 4,5 skala richter (SR) menguncang wilayah Waingapu, Sumba Timur, Nusa Tenggara Timur, Senin pukul 14.49.36 WITA.

"Episenter gempa tersebut terletak pada koordinat 9,31 LS dan 120,64 BT atau tepatnya berlokasi di laut pada jarak 57 km timur laut Waingapu, pada kedalaman 112 km, kata Kepala BMKG Kampung Baru Kupang, Robert Owen Wahyu, di Kupang, Senin (15/4).

Dengan memperhatikan lokasi episenter dan kedalaman hiposenter, gempa bumi yang terjadi merupakan jenis gempa bumi menengah, akibat aktivitas subduksi lempeng Indo-Australia ke bawah lempeng Eurasia.

Dampak gempa bumi berdasarkan laporan masyarakat, kata dia, berupa guncangan dirasakan di wilayah Waingapu III-IV MMI.

Hasil pemodelan menunjukkan bahwa gempa bumi ini tidak berpotensi tsunami.

Karena itu, kepada masyarakat di wilayah Waingapu dihimbau agar tetap tenang dan tidak terpengaruh oleh isu yang tidak dapat dipertanggung jawabkan kebenarannya.

Sebelumnya pada pukul 09:38:24 Wita, gempa bumi juga melanda wilayah Kabupaten Lembata. Gempa tektonik yang terletak pada koordinat 8.01 LS-123.25 BT, tepatnya di Laut pada 46 Km Timur Laut Larantuka dengan kedalaman 10 Km itu berkekuatan Magnitudo 2.7 SR.

Gempa itu telah menyebabkan penjalaran gempa yang dirasakan warga dalam skala I-II MMI di Lembata.

Kepala Stasiun Geofisika Kampung Baru Kupang Robert Owen Wahyu, menjelaskan jika ditinjau dari lokasi episenter dan kedalaman hiposenter, gempa bumi ini merupakan gempa dangkal akibat aktivitas Sesar Naik Belakang Busur Flores (Flores Backarc Thrust).

Gempa ini tidak berpotensi tsunami, karena kekuatannya tidak cukup besar untuk membangkitkan perubahan di dasar laut yang dapat memicu terjadinya tsunami. Hingga pukul 10:52 Wita, hasil monitoring BMKG belum menunjukkan adanya aktivitas gempa susulan (aftershock).

(Marselinus Gual\Editor)
Share:


Berita Terkait

Komentar