Dilarang keluar Rumah, Rakyat Sudan tetap Demo Minta Transisi

Jum'at, 12/04/2019 17:07 WIB
Demonstrasi di Sudan (Foto: BBC)

Demonstrasi di Sudan (Foto: BBC)

Sudan, law-justice.co - Meski dilarang keluar rumah, ribuan pemrotes Sudan turun ke jalan pada Kamis (11/4) di Ibu Kota negeri itu, Khartoum, meminta militer melangsungkan transisi kekuasaan ke tangan sipil.

Pemrotes berkumpul di luar markas utama militer untuk menyerukan pengunduran diri Jenderal Ahmed Awad ibn Auf, Menteri Pertahanan yang baru diangkat menjadi Kepala Badan Peralihan Militer dengan tugas memerintah negeri tersebut selama dua tahun, serta para pejabat senior lain yang memiliki hubungan dengan pemerintah terguling al-Bashir.

Perhimpunan profesional dan partai oposisi Sudan juga menyuarakan "penolakan total" terhadap "kudeta militer".

Ibn Auf diambil sumpahnya sebagai ketua Dewan Peralihan Militer, yang diambil sumpahnya dalam upacara yang dipimpin oleh Kepala Lembaga Kehakiman Abdul Majid Idris dan disiarkan secara langsung oleh stasiun televisi negara.

Kamal Abdul-Marouf Al-Mahdi, Ketua Komando Staf Gabungan, diambil sumpahnya sebagai Wakil Ketua Dewan tersebut, kata Kantor Berita Turki, Anadolu --yang dipantau Antara di Jakarta, Jumat siang.

Ibn Auf mengumumkan larangan orang keluar rumah selama satu bulan serta keadaan darurat tiga-bulan di seluruh negeri itu selain pembekuan undang-undang dasar 2005 Sudan dan pembubaran dewan menteri, parlemen serta presiden Sudan.

Sebagaimana yang dilansir dari Antara, Al-Bashir memangku jabatan melalui kudeta militer 1989 terhadap pemerintah yang dipilih secara demokratis di bawah pimpinan perdana menteri Sadiq Al-Mahdi.

(Rois Haqiqi\Editor)
Share:


Berita Terkait

Komentar