Bahlil Rapat dengan BPS Finalisasi Penerima Subsidi BBM 2025

Jum'at, 10/01/2025 22:41 WIB
Menteri ESDM Bahlil Lahadalia (Acehsatu)

Menteri ESDM Bahlil Lahadalia (Acehsatu)

Jakarta, law-justice.co - Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Bahlil Lahadalia menyampaikan perkembangan rencana finalisasi data penerima subsidi bahan bakar minyak (BBM).

Bahlil menjelaskan pihaknya masih berada dalam tahap koordinasi dengan Badan Pusat Statistik (BPS) untuk memastikan data yang valid dan tepat sasaran.

"Kita kan baru satu minggu lalu. Kita saja belum melakukan rapat. Ini saya baru abis mau rapat sama Kepala BPS," ujar Bahlil ditemui di Kementerian ESDM, Jakarta Pusat, Jumat (10/1).

Ia menegaskan proses finalisasi ini merupakan langkah penting dalam memastikan kebijakan subsidi BBM tepat sasaran. Bahlil menyebut bahwa rapat dengan BPS menjadi hal yang penting untuk mempresentasikan sejauh mana data yang telah dihimpun.

"Setelah saya rapat sama BPS, BPS mempresentasikan datanya sudah sejauh mana," tambahnya dilansir dari CNN Indonesia.

Meski ditanya mengenai kapan kebijakan tersebut akan diterapkan, Bahlil menyampaikan bahwa ia belum dapat memberikan kepastian waktu. Namun, ia optimistis langkah ini dapat terealisasi dalam waktu dekat.

"Saya enggak bisa menjamin. Tapi kalau tahun ini, insyaallah," tutupnya.

Bahlil sebelumnya mengatakan progres penyusunan skema baru penyaluran subsidi Bahan Bakar Minyak (BBM) telah mencapai 98 persen. Karena itu, ia menyebut skema baru itu akan segera diumumkan.

"Kita akan umumkan nanti di tahun ini. Doakan saja kalau datanya sudah selesai. Karena datanya jangan sampai tumpang tindih. Ya (progresnya) 98 persen lah," katanya di kantor BPH Migas, Jakarta, Selasa (7/1).

Bahlil mengungkap pemerintah saat ini masih mengumpulkan data yang selama ini tersebar di sejumlah kementerian/lembaga (k/l) menjadi satu data di BPS.

Bahlil mengatakan data penerima BBM subsidi sudah tiga kali diubah dan masih terus dimatangkan.

"Sudah tiga kali perubahan (data). Tinggal sedikit lagi karena kita tidak ingin data-data penerima peralihan subsidi itu tidak tepat sasaran," imbuhnya.

Pemerintah bakal menetapkan skema baru penyaluran BBM subsidi, termasuk untuk ojek online (ojol). Tujuannya agar lebih tepat sasaran dari skema yang diberlakukan saat ini.

"2025 insya Allah. Yang jelas mencari jalan untuk kebaikan semuanya. Akan diputuskan dalam waktu dekat lewat ratas. Setelah diputuskan lewat ratas baru kami umumkan," ujarnya di Hotel Ritz Carlton Jakarta, Rabu (11/12).***

(Gisella Putri\Editor)

Share:




Berita Terkait

Komentar