3 Terdakwa Korupsi Tol MBZ Dituntut 4 hingga 5 Tahun Penjara

Rabu, 10/07/2024 18:09 WIB
Gedung Pengadilan Tipikor Jakarta (Foto: Ist)

Gedung Pengadilan Tipikor Jakarta (Foto: Ist)

Jakarta, law-justice.co - Jaksa penuntut umum (JPU) membacakan tuntutan untuk tiga terdakwa kasus korupsi proyek pembangunan Tol Jakarta-Cikampek (Japek) II alias Tol Layang MBZ tahun 2016-2017. Mereka dituntut pidana 4 hingga 5 tahun penjara.

Sidang tuntutan itu digelar di ruang Hatta Ali Pengadilan Tipikor Jakarta Pusat, Rabu (17/2024). Tiga terdakwa itu adalah ketua panitia lelang di PT Jasamarga Jalanlayang Cikampek (JJC) Yudhi Mahyudin, Direktur Operasional II PT Bukaka Teknik Utama sejak tahun 2008 dan kuasa KSO Bukaka PT KS Sofiah Balfas, serta Tony Budianto Sihite selaku team leader konsultan perencana PT LAPI Ganesatama Consulting dan pemilik PT Delta Global Struktur.

Jaksa menuntut Yudhi dengan pidana 4 tahun penjara. Jaksa juga menuntut Yudhi membayar denda Rp 1 miliar subsider 6 bulan kurungan.

"Menjatuhkan pidana terhadap Yudhi Mahyudin berupa pidana penjara selama 4 tahun dikurangi selama Terdakwa berada dalam tahanan, dengan perintah agar Terdakwa tetap ditahan dan pidana denda sebesar Rp 1 miliar dengan ketentuan, apabila denda tersebut tidak dibayar, diganti dengan pidana kurungan selama 6 bulan," kata jaksa saat membacakan surat tuntutan.

Hal yang memberatkan tuntutan adalah Yudhi tidak mendukung program pemerintah dalam rangka penyelenggaraan negara yang bersih dan bebas dari korupsi, kolusi, dan nepotisme. Hal yang meringankan tuntutan adalah Yudhi belum pernah dihukum, bersikap sopan selama persidangan, mengakui dan menyesali perbuatannya, serta Yudhi mengalami penyakit ginjal.

Sementara itu, Sofiah Balfas dan Tony Budianto Sihite dituntut 5 tahun penjara. Keduanya juga dituntut membayar denda Rp 1 miliar subsider 6 bulan kurungan.

"Menjatuhkan pidana terhadap Sofiah Balfas oleh karena itu dengan pidana penjara selama 5 tahun dikurangi selama Terdakwa berada dalam tahanan sementara dengan perintah agar Terdakwa tetap ditahan dalam rumah tahanan negara, menjatuhkan pidana denda terhadap Terdakwa Sofiah Balfas sejumlah Rp 1 miliar dengan ketentuan, apabila denda tidak dibayar, maka diganti dengan pidana kurungan selama 6 bulan," jelas jaksa dilansir dari Detik.

"Menjatuhkan pidana terhadap Tony Budianto Sihite dengan pidana penjara selama 5 tahun dikurangi selama Terdakwa berada dalam tahanan sementara dengan perintah Terdakwa tetap ditahan di rumah tahanan negara, membebankan Terdakwa untuk membayar biaya denda sebesar Rp 1 miliar subsider 6 bulan," ujar jaksa.

Dalam persidangan ini, jaksa juga membacakan tuntutan untuk eks Dirut PT JJC Djoko Dwijono. Djoko dituntut pidana 4 tahun penjara dan denda Rp 1 miliar subsider 6 bulan kurungan.

Jaksa meyakini Djoko Dwijono, Yudhi Mahyudin, Sofiah Balfas, dan Tony Budianto Sihite terbukti melanggar Pasal 2 ayat 1 juncto Pasal 18 Undang-Undang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi (UU Tipikor) juncto Pasal 55 ayat 1 ke-1 KUHP sebagaimana dakwaan primer.

Dalam kasus ini, Djoko Dwijono didakwa merugikan keuangan negara senilai Rp 510 miliar dalam kasus dugaan korupsi pembangunan Tol Jakarta-Cikampek (Japek) II alias Tol layang MBZ tahun 2016-2017. Jaksa mengatakan kasus korupsi itu dilakukan secara bersama-sama.

Jaksa mengatakan kasus korupsi tersebut dilakukan Djoko bersama-sama dengan ketua panitia lelang di JJC Yudhi Mahyudin, Direktur Operasional II PT Bukaka Teknik Utama sejak tahun 2008 dan kuasa KSO Bukaka PT KS Sofiah Balfas, serta Tony Budianto Sihite selaku team leader konsultan perencana PT LAPI Ganesatama Consulting dan pemilik PT Delta Global Struktur. Masing-masing dilakukan penuntutan di berkas terpisah.

"Telah melakukan atau turut serta melakukan perbuatan secara melawan hukum, melakukan perbuatan memperkaya diri sendiri atau orang lain atau suatu korporasi, yang merugikan keuangan negara sebesar Rp 510.085.261.485,41 (Rp 510 miliar)," ujar jaksa di Pengadilan Tipikor Jakarta Pusat, 14 Maret lalu.

(Gisella Putri\Editor)

Share:




Berita Terkait

Komentar