PSI Usul Pemprov DKI Cabut Dana Bansos Bagi Pelaku Tawuran di Jakarta

Rabu, 10/07/2024 15:09 WIB
Diduga Terlibat Tawuran Jogja, Ratusan Orang Dibawa ke Mapolda DIY. (Jogjapolitan).

Diduga Terlibat Tawuran Jogja, Ratusan Orang Dibawa ke Mapolda DIY. (Jogjapolitan).

Jakarta, law-justice.co - Politisi Partai Solidaritas Indonesia (PSI) Justin Adrian Untayana mengusulkan, agar Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI cabut dana bantuan sosial (bansos) bagi pelaku tawuran di Jakarta.

Justin mengatakan, sejauh ini Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta telah mengambil langkah tegas, dengan memberikan sanksi pencabutan Kartu Jakarta Pintar (KJP) bagi pelaku tawuran yang merupakan penerima KJP.

Maka dari itu, Justin mengusulkan, agar cakupan pencabutan bantuan sosial diperluas.

"Tidak hanya KJP, tetapi juga Kartu Jakarta Lansia (KJL), Kartu Jakarta Mahasiswa Unggul (KJMU), dan berbagai bantuan sosial lainnya dari Pemprov DKI Jakarta kepada penerima yang terdaftar satu kartu keluarga dengan pelaku tawuran," usulnya.

Dengan begitu, kata Justin, membuat para pelaku tawuran berpikir dua kali sebelum terlibat dalam aksi kriminal di Jakarta.

"Karena konsekuensinya tidak hanya kepada pelaku semata, tapi juga keluarganya. Bahkan kalau perlu keluarga tersebut di blacklist dari seluruh bentuk pengajuan bantuan," ungkapnya dilansir dari Disway.

Justin juga menekankan pentingnya peran serta keluarga dan orang tua dalam memantau perilaku anggota keluarga mereka, tidak hanya di rumah, tapi juga di luar rumah.

"Peran keluarga sangat penting dalam mencegah anak-anak terlibat dalam tawuran, karena keluarga adalah tempat pendidikan pertama dan terdekat," katanya.

Anggota DPRD DKI Jakarta itu juga mendorong pihak kepolisian untuk lebih giat melakukan patroli di titik-titik rawan tawuran serta menindak tegas pelaku-pelaku tawuran, tidak hanya sekedar di damaikan, atau penyelesaian diatas meterai.

"Kita perlu pengawasan yang lebih intensif dari pihak kepolisian di area-area yang sering terjadi tawuran untuk menciptakan rasa aman bagi masyarakat," tegasnya.

(Gisella Putri\Editor)

Share:




Berita Terkait

Komentar