Jokowi Mendadak Kumpulkan Menteri Ekonomi di Istana, Ini Isinya

Senin, 24/06/2024 16:29 WIB
Ilustrasi: Presiden Joko Widodo bersama para menteri Kabinet Indonesia Maju saat foto bersama di pelataran Istana Merdeka, Jakarta pada Rabu (23/10/2019). (Foto: Antara).

Ilustrasi: Presiden Joko Widodo bersama para menteri Kabinet Indonesia Maju saat foto bersama di pelataran Istana Merdeka, Jakarta pada Rabu (23/10/2019). (Foto: Antara).

Jakarta, law-justice.co - Presiden Joko Widodo (Jokowi) mengumpulkan para menteri Kabinet Indonesia Maju dalam sidang kabinet paripurna guna membahas soal kondisi ekonomi Indonesia terkini di Istana Kepresidenan, Jakarta, Senin (24/6).

Para menteri terutama yang mengurusi sektor pertanian berdatangan sejak pukul 13.00 WIB. Menteri Keuangan Sri Mulyani juga datang lebih awal.

Disusul beberapa menteri seperti Menteri BUMN Erick Thohir, Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Sandiaga Uno. Kemudian, terlihat Menteri Perdagangan Zulkifli Hasan juga tiba setelahnya.

"Ini ada perkembangan ekonomi terbaru dari presiden," jelas Zulhas dilansir dari CNN Indonesia.

Selanjutnya, hadir Menko Marves Luhut Binsar Panjaitan, Menko PMK, Muhadjir Effendy, dan Menko Polhukam Hadi Tjahjanto.

Hadir pula Menpan RB Abdullah Azwar Anas dan Menkumham Yasonna Laoly.

Lalu Menteri Ketenagakerjaan Ida Fauziyah, Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin, disusul Gubernur Bank Indonesia Perry Warjiyo, dan Menteri Sosial Tri Rismaharini.

Kemudian Menteri ATR/Kepala BPN Agus Harimurti Yudhoyono, Menteri ESDM Arifin Tasrif, Menteri Perindustrian Agus Gumiwang Kartasasmita, Menko Perekonomian Airlangga Hartarto hingg Menteri Komunikasi dan Informatika Budi Arie Setiyadi.

Hadir juga Menteri Pertanian Amran Sulaiman yang datang bersama Kepala Badan Pangan Nasional Afief Prasetyo Adi, dan sejumlah menteri atau kepala badan lainnya.

Dalam sidang kabinet itu, Jokowi menyoroti bagaimana kondisi geopolitik dan ekonomi dunia sedang tak menentu.

Namun di sisi lain, Jokowi mengaku senang peringkat daya saing Indonesia naik ke posisi 27 dunia dari yang sebelumnya 34 berdasarkan data Indeks World Competitiveness Ranking 2024.

Jokowi mencatat capaian itu bahkan mampu mengalahkan sejumlah negara di dunia, dari Jepang hingga Inggris.

"Saya senang Alhamdulillah daya saing kita di tahun 2024 naik signifikan. Dan yang saya senang ini mengalahkan Inggris yang berada di rangking 28," kata Jokowi.

Ia melanjutkan peringkat daya saing Indonesia juga mengalahkan Malaysia yang berada di peringkat 34, Jepang di peringkat 38, Filipina di peringkat 52, dan Turki di peringkat 53.

"Kita berada di rangking 27 yang patut kita syukuri. Karena dari sinilah kita tahu di mana kita berada, di posisi mana kita berada," ujarnya.

Jokowi menyebut Indonesia secara kumulatif mengalami kenaikan peringkat karena salah satunya UU Cipta Kerja yang mampu membuat Indonesia meningkat 8 level.

Pun dunia bisnis Indonesia menurutnya semakin kompetitif, baik karena ketenagakerjaan maupun produktivitas yang naik menjadi level 6.

(Gisella Putri\Editor)

Share:




Berita Terkait

Komentar