Jepang Siap Bantu Prabowo soal Program Makan Siang Gratis

Sabtu, 22/06/2024 13:59 WIB
Simulasi program makan siang gratis perdana di SMP Negeri 2 Curug, Tangerang, Banten digelar Hari Kamis (29/2/2024). (Antara)

Simulasi program makan siang gratis perdana di SMP Negeri 2 Curug, Tangerang, Banten digelar Hari Kamis (29/2/2024). (Antara)

Jakarta, law-justice.co - Pemerintahan Jepang memberikan pesan khusus untuk Presiden RI terpilih Prabowo Subianto terkait program makan siang gratis yang akan menyasar anak-anak sekolah dasar (SD).

Duta Besar (Dubes) Jepang untuk Indonesia Masaki Yasushi mengatakan negaranya siap membantu Indonesia menjalankan program tersebut. Sebab, sudah berpengalaman lebih dari 100 tahun memberikan makanan gratis bagi warganya.

"Pengalaman ini bahkan kami lakukan saat Jepang memasuki masa setelah perang dunia kedua. Saat itu pemerintah kami berpikir memberikan makanan gratis bagi anak sekolah karena sebenarnya mereka sudah berniat untuk datang dan belajar," ujarnya saat berbincang dengan media, Jumat (221/6) yang dikutip dari CNBC, Sabtu (22/6).

Menurutnya, ada beberapa yang harus dipertimbangkan sebelum melaksanakan program makan siang gratis. Paling utama adalah bagaimana komposisi dan cara mendistribusikan makanan tersebut.

"Dalam mewujudkan hal ini, kita perlu memahami siapa yang akan memberikan makanan, dan juga apa yang perlu diisi dalam menu makanan tersebut," imbuhnya.

Jepang, lanjut Masaki tidak hanya bersedia membagikan pengalaman, tapi juga siap memberikan informasi mengenai makanan bernutrisi apa yang sebaiknya diberikan kepada anak-anak SD yang menjadi sasaran pemerintah.

"Anak-anak perlu tau makanan apa saja yang seharusnya dikonsumsi untuk perkembangan nutrisinya. Ini adalah kunci dari pemberian makanan ini," jelasnya.

Selain itu, Masaki menyebutkan telah mengundang Indonesia untuk hadir ke Jepang langsung menyaksikan implementasi program makan siang gratis di Negeri Sakura.

"Di sana para pejabat dapat berdiskusi dan mengetahui bagaimana program makan gratis di sekolah dijalankan oleh Jepang," pungkasnya.

(Tim Liputan News\Yudi Rachman)

Share:




Berita Terkait

Komentar