Propam : Tak Ada Pelanggaran Iptu Rudiana di Kasus Vina Cirebon

Jum'at, 21/06/2024 18:19 WIB
Perhatian, Ini Perkembangan Terbaru Kasus Pembunuhan Vina Cirebon. (Istimewa).

Perhatian, Ini Perkembangan Terbaru Kasus Pembunuhan Vina Cirebon. (Istimewa).

Jakarta, law-justice.co -  Iptu Rudiana, ayah dari Muhammad Rizky alias Eky, ternyata sudah diperiksa oleh Divisi Profesi dan Pengamanan (Propam) Polri. Eky merupakan pacar Vina, yang juga dibunuh di Cirebon pada 2016 silam.

"Iptu Rudiana sebagai ayah korban, semuanya sudah diperiksa oleh Propam maupun dari Itwasum," kata Kadiv Humas Polri Irjen Sandi Nugroho kepada wartawan, Rabu (19/6).

Sandi turut membeberkan dari hasil pemeriksaan terhadap ayah Ejy tersebut. Hasilnya, yang bersangkutan dinyatakan melakukan tugasnya sesuai dengan ketentuan yang berlaku. Artinya, tidak ditemukan ada pelanggaran yang dilakukan oleh Iptu Rudiana.

"Dan sampai dengan saat ini semuanya sesuai dengan ketentuan," ucap Sandi.

Lebih lanjut, Sandi mempersilakan jika masih ada pihak yang ingin mempertanyakan proses penyidikan kasus pembunuhan Vina dan Eky asalkan berdasarkan bukti.

"Rumor yang berkembang di luar atau mungkin pendapat atau persepsi, boleh. Tapi yang jelas bahwa sekali lagi, penyidik melaksanakan pemeriksaan berdasarkan alat bukti yang didapatkan, baik itu keterangan saksi maupun alat bukti lainnya," jelas dia dilansir dari CNN Indonesia.

Beberapa waktu lalu, Rudiana juga sudah angkat suara kasus pembunuhan Vina dan Eky di Cirebon yang terjadi pada 2016. Melalui unggahan video di akun Instagram @rudianabison pada Jumat (17/5), Rudiana menyatakan dirinya selama ini tak pernah putus asa mengungkap kasus pembunuhan Vina dan Eky.

"Eky adalah anak kandung kami yang mana menjadi korban dari kelompok-kelompok yang kejam. Saya tidak diam dan saya terus berupaya dan bekerja sama dengan Reskrim," kata Rudi dalam rekaman video.

Masih dalam video tersebut, Rudi juga meminta kepada masyarakat untuk tidak memberikan pernyataan yang bisa menambah kesedihan pihak keluarga korban.

"Sekali lagi saya mohon kepada seluruh warga negara jangan asumsi atau memberikan statemen-statemen yang akan mungkin lebih membuat kami cukup sakit, kami cukup yang mengalami," kata Rudi.

"Selama delapan tahun saya berupaya untuk sabar dan saya mohon agar seluruh (warga) Indonesia bisa mendoakan anak saya, supaya tenang dan juga bisa mendoakan supaya para pelakunya bisa segera terungkap," sambungnya.***

(Gisella Putri\Editor)

Share:




Berita Terkait

Komentar