Kemendag Bongkar Alasan Tokopedia PHK Karyawan Massal

Rabu, 19/06/2024 17:14 WIB
Tokopedia. (kompas)

Tokopedia. (kompas)

Jakarta, law-justice.co - Kementerian Perdagangan (Kemendag) meminta penjelasan Tokopedia terkait kabar pemutusan hubungan kerja (PHK) yang mereka lakukan terhadap karyawan usai akuisisi oleh TikTok.

Direktur Jenderal Perdagangan Dalam Negeri Kemendag Isy Karim mengatakan dari permintaan penjelasan itu, pihaknya mendapatkan gambaran bahwa PHK dilakukan Tokopedia karena ada bagian pekerjaan yang sudah tidak dibutuhkan lagi.

"Saya sudah telpon ke sana kenapa ada PHK itu lebih karena ada redundant fungsi. Jadi lebih ke efisiensi, fungsi-fungsi yang redundant itu yang dihilangkan," katanya di Kemendag, Jakarta Pusat, Rabu (19/6).

"Misalnya ada kementerian A dan kementerian B, masing-masing ada sekjen ada irjennya, itu kan redundant, itu yang (kena PHK)," imbuhnya.

Isy mengatakan pihaknya tetap memantau Tokopedia usai diakuisisi oleh TikTok. Soal PHK katanya memang bukan kewenangan Kemendag, tetapi Kemendag akan memantau efek dari PHK tersebut.

"Kita akan pantau terus," jelasnya dikutip dari CNN Indonesia.

Sebanyak 450 karyawan Tokopedia dikabarkan terkena PHK pada bulan ini. PHK tersebut menjadi yang pertama usai TikTok mengakuisisi Tokopedia pada Desember lalu.

Sementara itu, Sekretaris Perusahaan GoTo RA Koesoemohadiani mengatakan apapun yang dilakukan, termasuk PHK, adalah keputusan penuh manajemen PT Tokopedia. Ia menegaskan GoTo sekarang ini merupakan pemegang saham bukan pengendali minoritas di e-commerce tersebut.

"Perseroan meyakini bahwa PT Tokopedia terus melakukan tinjauan atas efektivitas dari organisasi mereka, seperti halnya perusahaan lain," komentar Koesoemohadiani dalam pernyataan resmi GoTo, Rabu (12/6).

"Sebagai pemegang saham bukan pengendali minoritas, GoTo meyakini bahwa manajemen PT Tokopedia akan dapat mengambil keputusan dengan memperhatikan prinsip kehati-hatian," sambungnya.***

(Gisella Putri\Editor)

Share:




Berita Terkait

Komentar