Pengamat Prediksi Bakal Ada 3 Poros di Pilgub DKI, Ini Detilnya

Selasa, 18/06/2024 19:18 WIB
Total 2.068 kotak suara telah dirakit dan akan diisi surat suara, tinta, dan lain-lain untuk didistribusikan ke 517 TPS setiap kelurahan. Kotak suara yang sudah dirakit terlebih dahulu ditempatkan di GOR Otista dengan penjagaan petugas gabungan untuk selanjutnya didistribusikan ke masing-masing Kelurahan. Robinsar Nainggolan

Total 2.068 kotak suara telah dirakit dan akan diisi surat suara, tinta, dan lain-lain untuk didistribusikan ke 517 TPS setiap kelurahan. Kotak suara yang sudah dirakit terlebih dahulu ditempatkan di GOR Otista dengan penjagaan petugas gabungan untuk selanjutnya didistribusikan ke masing-masing Kelurahan. Robinsar Nainggolan

Jakarta, law-justice.co - Direktur Eksekutif Trias Politika Strategis, Agung Baskoro memprediksi bakal ada tiga poros pengusung calon gubernur-wakil gubernur DKI Jakarta di Pilkada 2024.

Ada poros pengusung Anies Baswedan, Koalisi Indonesia Maju (KIM) serta PDIP yang membentuk poros baru.

Sejauh ini,sudah ada tiga partai yang berpotensi mengusung Anies Baswedan yakni PKB, NasDem, dan PKS. Jika koalisi itu benar-benar terbentuk, cawagub berpotensi diisi kader PKS.

Menurut Agung, PDIP tak mungkin rela jika hanya pelengkap. PDIP, kata dia, tentu ingin mendapat kursi cawagub sehingga bakal membentuk poros baru.

"Kalau saya lihatnya PDIP bisa jadi tidak akan berkenan kalau hanya sebagai pelengkap, karena wakil Anies `jatahnya PKS`. Menurut saya tiga poros kemungkinannya," kata Agung saat dihubungi, Selasa (18/6).

Poros terakhir adalah Koalisi Indonesia Maju yang merupakan kelanjutan dari Pilpres 2024. Golkar dan Gerindra berpotensi bekerja sama lagi di Jakarta.

Sejauh ini, Gerindra sudah memberikan tiket kepada Ridwan Kamil, sementara Golkar masih melakukan survei internal terlebih dahulu. Besar kemungkinan Golkar turut memberi tiket karena Ridwan Kamil adalah kader mereka.

"Ridwan Kamil juga menghitung, karena lawannya bukan main-main ini, Anies Baswedan. Enggak mudah itu. RK akan berpikir kalau masuk Jakarta ya siap kalah," jelas Agung dilansir dari CNN Indonesia.

Agung mengatakan PDIP kecil kemungkinan bergabung dalam KIM. PDIP, kata dia, berpotensi membentuk poros baru dengan partai-partai lain.

"Mengharap PDIP ke KIM kayaknya punguk merindukan bulan, artinya PDIP akan buat poros baru," ujarnya.

PKS minta cawagub

Wakil Ketua Majelis Syuro PKS Hidayat Nur Wahid terang-terangan menyatakan harapannya mengenai calon wakil gubernur Jakarta pendamping Anies Baswedan. Dia ingin kader PKS yang mengisi posisi tersebut.

Sejauh ini, nama Anies baru usulan dari DPW Jakarta ke DPP PKS. Nantinya, DPP PKS yang menentukan.

Hidayat mengatakan wajar jika DPP PKS meminta kursi cawagub untuk mendampingi Anies. Pasalnya, PKS bakal memiliki kursi terbanyak di DPRD DKI Jakarta hasil Pemilu 2024.

"Bila nanti DPP memutuskan misalnya Pak Anies sebagai Cagub dari PKS, dan misalnya beliau dicalonkan juga oleh partai yang lain, sehingga beliau kemudian diatasnamakan lintas partai, maka tentu wajarnya PKS mengajukan cawagub dari PKS," kata Hidayat di DPP PKS, Jakarta Selatan, Selasa (18/6).

(Gisella Putri\Editor)

Share:




Berita Terkait

Komentar