Respons Tim Prabowo soal Isu Naikkan Utang RI jadi 50 Persen dari PDB

Senin, 17/06/2024 09:54 WIB
Calon presiden nomor urut 02, Prabowo Subianto, menyampaikan pidato usai ditetapkan Komisi Pemilihan Umum (KPU) sebagai pemenang Pemilihan Umum Presiden dan Wakil Presiden 2024. Pidato itu disampaikan Prabowo dalam keterangan pers di depan kediamannya, Jalan Kertanegara IV, Jakarta Selatan, Rabu (20/3/2024). Robinsar Nainggolan

Calon presiden nomor urut 02, Prabowo Subianto, menyampaikan pidato usai ditetapkan Komisi Pemilihan Umum (KPU) sebagai pemenang Pemilihan Umum Presiden dan Wakil Presiden 2024. Pidato itu disampaikan Prabowo dalam keterangan pers di depan kediamannya, Jalan Kertanegara IV, Jakarta Selatan, Rabu (20/3/2024). Robinsar Nainggolan

Jakarta, law-justice.co - Anggota Bidang Keuangan Tim Gugus Tugas Sinkronisasi Prabowo-Gibran, Thomas Djiwandono menegaskan bahwa presiden terpilih Prabowo Subianto tidak akan meningkatkan utang negara hingga 50 persen dari produk domestik bruto (PDB).

Sebagai informasi, penegasan ini sekaligus membantah rumor yang sebelumnya beredar di masyarakat.

Thomas mengatakan Prabowo tidak menetapkan target untuk tingkat utang dan akan mematuhi batasan-batasan hukum mengenai ukuran-ukuran fiskal.

"Kami sama sekali tidak berbicara mengenai target utang terhadap PDB. Ini bukan rencana kebijakan formal," kata Thomas, Sabtu (15/6), mengutip Reuters.

Pernyataan Thomas ini sekaligus membantah laporan Bloomberg yang menyatakan rumor tersebut. Rumor itu membuat mata uang rupiah turun sebesar 0,9 persen dan imbal hasil obligasi melonjak pada Jumat (14/6).

Prabowo, yang akan mulai menjabat pada Oktober, sebelumnya sempat mengatakan bahwa Indonesia harus "lebih berani" mengambil utang untuk mendanai program-program pembangunan dan mencapai target pertumbuhan ekonomi 8 persen.

Namun ia juga telah berulang kali berjanji untuk mematuhi batas defisit anggaran.

"Penting untuk dicatat bahwa itulah mengapa Prabowo dan tim formalnya berbicara tentang kehati-hatian fiskal, karena hal itu sesuai dengan prinsip-prinsip tersebut," kata Thomas.

Lembaga-lembaga pemeringkat dan investor telah memantau dengan seksama kebijakan fiskal Prabowo, karena khawatir program-program mahal yang dijanjikannya sebelum kemenangan telak pada pemilihan umum bulan Februari lalu akan menggagalkan catatan kehati-hatian fiskal Indonesia.

Thomas memastikan pembahasan antara tim gugus tugas Prabowo-Gibran dan Menteri Keuangan Sri Mulyani fokus pada peningkatan pendapatan, peninjauan ulang pengeluaran dan menyediakan ruang anggaran untuk program-program seperti makan siang gratis.

Thomas menambahkan defisit tahun 2025 akan tetap berada di bawah 3 persen dari PDB.

Sebelumnya, dalam debat capres awal Januari lalu, Prabowo sempat menyatakan bahwa tidak masalah bila besaran utang luar negeri Indonesia mencapai 50 persen dari PDB.

Prabowo mengatakan itu saat menjawab pertanyaan panelis terkait utang luar negeri Indonesia dan kebijakan yang mungkin akan diambil untuk menghindari intervensi yang membuat utang bertambah.

Prabowo mengatakan utang luar negeri Indonesia saat ini tidak sampai 40 persen. Menurutnya, itu masih dalam titik aman, asal utang tersebut untuk pembangunan industri atau produktif.

"Utang produktif, itu saya setuju. Kita bisa [utang] sampai 50 persen. Enggak ada masalah. Kita tidak pernah default. Kita tidak pernah default. Kita dihormati di dunia," kata Prabowo.

(Annisa\Editor)

Share:




Berita Terkait

Komentar