Konsesi Tambang Ormas Disebut Siasat Jokowi Kabur dari Kejaran Utang

Sabtu, 15/06/2024 13:24 WIB
Presiden Jokowi: Insya Allah Tahun Depan Upacara 17 Agustus di IKN. (Twitter Jokowi).

Presiden Jokowi: Insya Allah Tahun Depan Upacara 17 Agustus di IKN. (Twitter Jokowi).

Jakarta, law-justice.co - Pemberian konsesi tambang kepada organisasi masyarakat (Ormas) keagamaan dicurigai menjadi bagian siasat Presiden Joko Widodo melepas tanggung jawab melunasi utang negara yang sudah menumpuk.

Melalui konsesi tambang, utang negara di era Presiden Joko Widodo dikhawatirkan bisa dibebankan kepada ormas pengelola IUP tambang.

"Kalau saya lihat ini cuma ketakutan (Jokowi). Karena kalau sudah berakhir kekuasaan Presiden Jokowi, nanti yang bayari utang ya ormas-ormas," ujar wartawan ekonomi senior, Kisman Latumakulita dikutip dari podcast bersama Ahmad Yani, Sabtu (15/6).

Di samping itu, dia juga memandang kebijakan pemberian IUP ke ormas agama sebagaimana tertuang dalam PP 25/2024 adalah bagian dari timbal balik Jokowi kepada kelompok pendukungnya selama dua periode.

"Jadi (ini bagian dari) ketakutan (Jokowi), supaya kalau besok Pak Jokowi sudah turun ya ormas-ormas jangan banyak ribut lah," ungkap Kisman dilansir dari RMOL.

Kebijakan pemberian IUP kepada ormas tertuang dalam Pasal 83A Ayat (6) PP 25/2024. Di dalamnya berisi aturan tentang jangka waktu pemberian wilayah izin usaha pertambangan khusus (WIUPK), yakni selama 5 tahun.

Selain itu, terdapat pula aturan mengenai pemberian izin tambang hanya untuk enam ormas keagamaan, meliputi semua agama resmi di Indonesia, antara lain Nahdlatul Ulama (NU), Muhammadiyah, Katolik, Protestan, Hindu, dan Buddha.***

 

(Gisella Putri\Editor)

Share:




Berita Terkait

Komentar