Muhadjir : Korban Judi Online Meluas ke Kalangan Intelektual

Kamis, 13/06/2024 17:39 WIB
Menteri Pendidikan dan Kebudayaan (Mendikbud) Muhadjir Effendy

Menteri Pendidikan dan Kebudayaan (Mendikbud) Muhadjir Effendy

Jakarta, law-justice.co - Menteri Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (PMK) Muhadjir Effendy mewanti-wanti bahaya dan dampak dari aktivitas judi online. Ia mengatakan praktik ilegal itu kini sudah menyasar masyarakat dari berbagai latar belakang.

"Sudah sangat mengkhawatirkan judi online ini, karena sudah banyak korban," kata Muhadjir di Istana Kepresidenan, Jakarta, Kamis (13/6).

Muhadjir menyebut tak hanya masyarakat dengan tingkat ekonomi rendah yang melakukan praktik judi online. Kaum intelektual pun, menurutnya menjadi korban dari judi online.

"Tidak hanya segmen masyarakat tertentu misalnya masyarakat bawah saja. Tapi masyarakat atas juga mulai banyak, termasuk kalangan intelektual, kalangan perguruan tinggi juga banyak yang kena juga," imbuhnya.

Muhadjir menyebut Kementeriannya mulai menyiapkan langkah pasti terkait temuan korban judi online yang semakin marak di Indonesia. Beberapa di antaranya adalah memberikan advokasi kepada korban.

Kemudian juga memasukkan korban ke dalam data DTKS sebagai penerima bantuan sosial. Tak hanya itu, korban yang mengalami gangguan psikososial juga akan dilakukan pembinaan.

"Ya termasuk banyak yang menjadi miskin baru itu menjadi tanggung jawab kita, tanggung jawab dari Kemenko PMK," ungkapnya dilansir dari CNN Indonesia.

Belakangan, kasus judi online banyak mencuat dan memakan korban. Salah satunya, judi online diduga sebagai pemicu anggota polisi wanita (Polwan) Polres Mojokerto, Briptu FN (28) membakar suaminya, Briptu RDW (27).

Polwan yang telah ditetapkan sebagai tersangka dan ditahan di tempat khusus itu diduga jengkel karena korban diduga menghabiskan gajinya untuk bermain judi online.

Kemudian di Yahukimo, Papua Pegunungan, seorang anggota TNI AL Lettu Eko bunuh diri usai diduga terlilit hutang hingga Rp819 juta. Hutang-hutang itu disebut terkait judi online.

Presiden Jokowi pun telah memberikan atenai khusus atas kasus judi online yang berujung pembunuhan. Ia meminta seluruh lapisan masyarakat menghentikan maraknya judi online.***

(Gisella Putri\Editor)

Share:




Berita Terkait

Komentar