Jokowi Sebut Lebih dari 2,1 juta Situs Judol Sudah Ditutup

Rabu, 12/06/2024 22:20 WIB
Presiden Joko Widodo di Rapat Kerja Nasional ICMI (Dok.Setpres)

Presiden Joko Widodo di Rapat Kerja Nasional ICMI (Dok.Setpres)

Jakarta, law-justice.co - Presiden Joko Widodo (Jokowi) meminta masyarakat untuk tidak berjudi. Ia melaporkan sudah lebih dari 2,1 juta situs judi online (judol) sudah ditutup.

"Di sisi lain pemerintah juga terus secara serius memberantas dan memerangi perjudian online dan sampai saat ini sudah lebih dari 2,1 juta situs judol sudah ditutup dan satgas judi online juga sebentar lagi akan selesai dibentuk," ujar Jokowi dalam siaran pers melalui akun YouTube Sekretariat Presiden, Rabu (12/6/2024).

Jokowi berharap dapat mempercepat pemberantasan judi online. Menurutnya, judi online itu sifatnya transnasional, lintas negara, dan lintas batas.

"Sehingga salah satu pertahanan yang paling penting adalah pertahanan masyarakat kita sendiri. Pertahanan kita sendiri dan juga pertahanan pribadi-pribadi kita masing-masing," jelas Jokowi dilansir dari Detik.

"Saya mengajak seluruh tokoh agama tokoh masyarakat, masyarakat luas untuk saling mengingatkan, saling mengawasi, dan juga melaporkan jika ada indikasi tindakan judi online," tambahnya.

Jokowi mewanti-wanti masyarakat agar tak berjudi. Ia menyarankan masyarakat untuk menabung, ketimbang menghabiskan uang untuk judi.

"Saya ingin sampaikan jangan judi, jangan judi, jangan berjudi. baik secara offline maupun online. lebih baik kalau ada rezeki, ada uang, itu ditabung-tabung atau dijadikan modal usaha," ucapnya.

(Gisella Putri\Editor)

Share:




Berita Terkait

Komentar